Jumat, 23 Juli 2010 09:08 WIB News Share :

Seorang mantan guru dipasung karena gila

Dumai–Rozi Khaimullah, 28, seorang mantan guru pesantren Hidayatullah, Kelurahan Bukit Timah, Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, terpaksa dipasung karena mengalami gangguan jiwa.

Ayah Rozi, Suhamri, yang ditemui dirumahnya di Dumai, Jumat (23/7), mengatakan sejak mengalami depresi sekitar empat tahun silam, anaknya sering melamun sendiri dan terkadang tertawa bahkan mengamuk dengan mengeluarkan kata-kata umpatan dan sering juga melafaskan zikir.

Meskipun Rozi kurang pandai bergaul semasa sehat dan masih mengajar, menurut Suhamri, Rozi dikenal sebagai pria yang rapi dan cerdas serta suka membantu orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Walau dia hanya sebagai guru honor, namun  setiap gajian ia selalu menyisihkanya untuk membantu kami,” paparnya.

Suhamri menuturkan terganggunya mental dan pikiran Rozi terjadi saat ia berhenti mengajar di pesantren yang sudah tiga tahun dijalaninya dengan alasan gaji yang diterima perbulannya sangat minim hanya sebesar Rp 200.000 per bulan.

Ia mengatakan, sejak berhenti itulah, Rozi terus giat mencari pekerjaan baru dan melamar di banyak tempat, namun tak kunjung dapat kerja. Karena kebutuhan hidup semakin banyak dan berkeinginan membeli sepeda motor, Rozi lantas sering termenung dan tertawa sendiri hingga mulai mengamuk dan mengumpat keluarga.

Menurut dia, Rozi telah berulang kali dibawanya ke rumah sakit jiwa. Namun, beberapa saat setelah keluar dari rumah sakit penyakitnya kambuh lagi. Anaknya mudah mengamuk dan mengancam keselamatan keluarganya.

“Terakhir karena kelakuannya sudah membakar rumah, terpaksa diikat supaya tidak mengancam kehidupan orang lain,” kata seorang tetangga Suhamri, Juniah, 44.

Dilanjutkannya, sejak Rozi diikat kakinya, pihak keluarga dan warga terus berupaya meminta perhatian Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Sosial yang dikepalai Ishak Effendi supaya Rozi diberikan perawatan yang layak di Rumah Sakit Jiwa di Pekanbaru. Namun hingga kini  janji Dinas Sosial akan menurunkan tim untuk melihat kondisi Rozi belum juga dipenuhi.

“Dinas Sosial hanya merekomendasikan keluarga dan warga agar membawa Rozi ke rumah sakit jiwa  pekanbaru. Sementara dari puskesmas Bukit Timah hanya menjanjikan Rozi akan mendapatkan jaminan kesehatan masyarakat, namun tak juga terealisasi,” paparnya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…