Jumat, 23 Juli 2010 17:18 WIB Hukum Share :

Polres Jakarta sita 200.000 vcd porno

Jakarta–Polres Metro Jakarta Barat melakukan razia di kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (23/7) dan berhasil menyita sekitar 200.000 keping VCD porno dan bajakan.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat,  Kompol Tony Surya Putra di Jakarta, Jumat, mengatakan, razia itu dilakukan untuk menciptakan kondisi aman jelang bulan puasa.

“Operasi ini dilakukan agar tidak ada gangguan bagi warga yang  menjalankan ibadah puasa pada bulan mendatang. Dalam waktu dekat kita juga akan merazia kembali,” kata  Tony.

Kedatangan petugas mengejutkan di kawasan Glodok itu mengejutkan puluhan pedagang sehingga mereka kocar kacir menyelamatkan diri sambil membawa barang dagangannya. Salah satu pedagang, YS tertangkap saat berupaya menyelamatkan 131 keping barang jualannya.

“Tolong pak, saya jangan ditangkap. Saya hanya pedagang kecil. Saya nggak tahu siapa pembajaknya,” kata pedagang yang mengaku sehari bisa mendapat Rp 200.000.

Sementara itu, Kanit Kriminal Khusus Polres Metro Jakarta Barat, AKP Budi Setiadi, mengatakan operasi ini sengaja digelar selain menjelang datangnya bulan suci Ramadhan juga dalam rangka operasi HAK Kekayaan Intelektual (HAKI) dan pemberantasan pornografi di wilayah hukum Jakarta Barat.

“Dalam waktu dekat saat menjelang bulan suci Ramadhan kami juga akan terus memantau perdagangan VCD, terutama maraknya peredaran film porno,” katanya.

Dalam razia itu, polisi menangkap YS yang disinyalir sebagai distributor. Omzet penjualan VCD ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Pelaku dijerat dengan UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi, dengan ancaman limna tahun penjara, kata Budi Setiadi.

ant/rif

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…