Jumat, 23 Juli 2010 16:06 WIB Sragen Share :

Masih dalam proses pengalihan hak, 12 pedagang mebel antre masuk Pasar Kalijambe


Sragen (Espos)--Setelah 26 pedagang mebel dipastikan mendapat kios di Pasar Mebel dan Konveksi Kalijambe, kini giliran 12 pedagang antre ingin mendapatkan hak pemakaian kios.

Rencana semula yang hanya mengalihkan hak pemakaian kios di dalam pasar tersebut kepada anggota Paguyuban Ngudi Makmur, saat ini meluas. Dari 12 pedagang yang berniat masuk pasar, sebagian besar justru berasal dari luar paguyuban.

Mereka adalah pedagang mebel yang selama ini berdomisili di sekitar Kecamatan Kalijambe dan Gemolong. Sekretaris Paguyuban Ngudi Makmur, Mustaqim menerangkan besar kemungkinan keinginan 12 pedagang itu dipenuhi. Pihak paguyuban juga tidak keberatan mereka masuk pasar, sepanjang pedagang dari luar paguyuban itu bersedia menjadi anggota. Selain itu, juga mengganti biaya kios senilai Rp 20 juta-Rp 21 juta yang telah ditetapkan.

“Mereka memang tertarik bergabung karena selama ini juga mengalami persoalan yang sama, biaya transportasi ke luar Gemolong cukup besar. Kami mendukung mereka, asalkan persyaratan dipenuhi, dari menjadi anggota dan memenuhi administrasi lain,” ungkap Mustaqim, saat dijumpai <I>Espos<I>, di sela-sela persiapan kepindahan pedagang, Kamis (22/7).

tsa

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…