Jumat, 23 Juli 2010 19:19 WIB Hukum Share :

Maling sandal, warga Semarang dibekuk

Solo (Espos)--Muhammad Arifin, 32, warga Jatingaleh, Semarang, meringkuk dalam tahanan Poltabes Solo, Jumat (23/7). Dia harus merasakan hidup di balik teralis besi lantaran terpergok mencuri sepasang sandal di Masjid Fatimah, Singosaren, Serengan, Solo.

Informasi yang dihimpun <I>Espos<I>, menyebutkan, aksi nekat itu dilakukan tersangka terhadap sandal milik Bambang Wahyudi, 43, warga Kemlayan, Singosaren, Serengan. Pencurian itu berlangsung pada Rabu (21/7) sekitar pukul 18.30 WIB.

Korban saat itu menanggalkan sandal di halaman dan masuk ke dalam masjid dan menjalankan aktivitas di dalamnya. Dalam waktu bersamaan, tersangka juga datang ke tempat kejadian perkara (TKP).

Untuk memudahkan aksi, tersangkapun berlagak menunjukkan sikap layaknya pengunjung masjid lainnya. Dia berpura-pura menjalankan ibadah di sana. Namun akhirnya, tersangka malah menggasak sandal milik korban seharga Rp 150.000.

m85

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

KAMPUS DI SEMARANG
Unnes Wajibkan Penulisan Akronim dengan Seluruhnya Huruf Kapital

Kampus Universitas Negeri Semarang melarang penulisan akronim nama kampus yang tak memakai huruf kapital. Solopos.com, SEMARANG –Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang kini tengah dipimpin seorang guru besar dari fakultas bahasa dan seni mencoba-coba menantang ketentuan penulisan akronim dan singkatan sesuai…