Jumat, 23 Juli 2010 23:39 WIB Klaten Share :

Kantor Dispertan dirampok, 3 penjaga disekap

Klaten (Espos)–Komplotan perampok bersenjata tajam beraksi di Kantor Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten, Jl Solo-Jogya km 3, Jonggrangan, Klaten Utara, Klaten, Jumat (23/7) dini hari. Perampok yang diperkirakan terdiri atas tujuh orang itu menyekap tiga petugas keamanan.

Setelah mengobok-obok isi kantor, para penjahat itu diketahui membawa kabur tiga unit laptop dan uang tunai Rp 1,5 juta. Keterangan yang dikumpulkan Espos, di lokasi kejadian, kemarin, menyebutkan perampok diduga beraksi sekitar pukul 03.00 WIB.

Waktu itu, kantor ditunggui tiga petugas jaga, Bambang Suprapto, 40, warga Sumberejo, Klaten Selatan; Widiatmono, 33, warga Perum Griyautama, Kalikotes; dan Dwi Prasetyo, 27, warga Daleman, Prambanan. Secara mendadak, segerombolan orang tak dikenal menyergap Bambang dan Widiatmono yang sedang sedang tertidur lelap di teras Kantor Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertan.

Widiatmono sempat dipukul oleh perampok itu, sedangkan Bambang tak berani berkutik karena rekannya diancam dengan golok dan kalah jumlah. Kedua penjaga malam itu diikat kaki dan tangannya dengan tali rafia serta dilakban di mulut. Perampok selanjutnya  masuk ke ruangan dan menyekap Dwi.

Tiga orang anggota kawanan rampok menjaga ketiga penjaga malam itu agar tak berontak sedangkan empat lainnya membobol sejumlah pintu dan mengobrak-abrik isi kantor. Setelah puas menjalankan aksi mereka, komplotan penjahat itu kabur. Bambang Suprapto menuturkan dirinya bisa melepaskan diri dari ikatan sekitar waktu Salat Subuh. “Lalu saya lari minta bantuan.”

Setelah berhasil melepaskan diri, saksi menuju ke Markas Koramil Kota yang berdekatan dengan lokasi untuk minta bantuan. Kejadian itu lalu dilaporkan ke polisi. Menurut dia, para perampok itu terdiri atas tujuh orang yang mengenakan berpakaian warna gelap. Bambang Suprapto mengaku tak berani melawan karena para perampok itu bersenjatakan golok.

Para PNS di lingkungan Dispertan yang datang beberapa jam kemudian langsung geger. Berdasarkan pantauan di lokasi, di sejumlah pintu kantor Dispertan terdapat bekas congkelan. Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertan, Wahyu Prasetyo mengatakan, setelah dicek ada tiga unit laptop merk Toshiba serta uang Rp 1,5 juta raib. “Berkas lainnya masih kami teliti apa ada yang hilang.” Menurutnya, laptop yang hilang berisi data-data pertanian termasuk data pengendalian hama wereng cokelat.

Anggota Polres Klaten dan Polsek Ketandan yang datang ke lokasi kejadian memeriksa isi kantor dan melakukan oleh TKP. Kapolres Klaten AKBP Agus Djaka Santosa melalui Kapolsek Ketandan AKP Iwan Kusnandar saat diminati konfirmasi wartawan di Mapolsek Ketandan mengatakan, kasus itu masih dalam penyelidikan.

rei

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…