Jumat, 23 Juli 2010 20:17 WIB Boyolali Share :

Jelang sadranan, permintaan ayam jago meningkat

Boyolali (Espos)–Menjelang pelaksanaan ritual sadranan atau ziarah kubur sebelum bulan Ramadan di Boyolali, permintaan ayam jago di Pasar Ayam Ngebong, mengalami peningkatan.

Dari pantauan <I>Espos<I> di Pasar Ayam Ngebong, Jumat (23/7), sejumlah pedagang menggelar dagangan berupa ayam jago. Para pedagang memilih untuk berjualan ayam jago dibandingkan ayam betina, karena permintaan yang besar.

Biasanya, bagi warga Boyolali dan sekitarnya, ayam jago digunakan sebagai salah satu sesaji kenduri dalam pelaksanaan nyadran tersebut. Tidak sedikit warga yang memborong sebagai ubarampe sesaji saat ziarah kubur dan kerja bakti lingkungan sekitar.

Peningkatan permintaan ini juga mengakibatkan kenaikan harga ayam jago, dari sebelumnya berkisar Rp 30.000 per ekor, kini harga mengalami peningkatan. Bahkan kenaikan itu mencapai Rp 95.000 per ekor.

Salah seorang pedagang ayam Siyem mengaku saat ini omset penjualan mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa. Saat ini, jelas Siyem, dirinya mampu menjual hingga tujuh ekor ayam jago.

fid

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…