Jumat, 23 Juli 2010 18:54 WIB News Share :

Dinilai lambat tangani korupsi, Kejakti Jateng dikado bekicot

Semarang (Espos)–Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng memberikan kado istimewa kepada jajaran  Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Jateng  yang baru saja merayakan HUT ke-50 Adyaksa beruapa hewan bekicot (siput)..

Kado hewan bekicot tersebut diserahkan langsung sejumlah aktivis KP2KKN ke kantor Kejakti Jateng Jl Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (23/7).

Bekicot dalam keadaan masih hidup tersebut dimasukan dalam sebuah kotak coklat bermotif batik itu rencananya akan diberikan kepada Kepala Kejakti Salman Maryadi, namun karena yang bersangkutan tak ada, kemudian diserahkan kepada Kasi Ekonomi, Moneter Dwi Antaro.

Menurut sekretaris KP2KKN Jateng, Eko Haryanto alasan memberikan kado bekicot, karena hewan bekicot adalah penggambaran yang paling tepat untuk pihak kejaksaan  termasuk Kejakti Jateng dalam menangani kasus korupsi.

“Bekicot warnanya coklat persis seperti seragam/baju pihak kejaksaan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Eko, bekicot jalannya lamban, namum bila ada intervensi atau disentuh badannya pada waktu berjalan kepala dan badannya akan masuk kedalam cangkangnya, sehingga jalannya tidak pada jalur yang semestinya, tetapi ke luar dari jalurnya.

Tak hanya itu, bekicot kata para ahli juga sangat bergizi tinggi dan gemuk-gemuk.  “Ini dapat kita ibaratkan dengan institusi kejaksaan di mana para jaksanya gendut-gendut karena mendapat cukup gizi dari para koruptor,” tandasnya.

Eko berharap pihak Kejakti tak merasa tersinggung, tapi sebaliknya akan memicu kinerja dalam menangani kasus korupsi yang sampai sekarang belum tuntas. “Kejakti lebih progresif dalam menangi kasus korupsi di Jateng,” tukasnya.

oto

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…