Jumat, 23 Juli 2010 19:14 WIB Sragen Share :

80 Hektar lahan melon Tanon “hindari” pestisida

Sragen  (Espos)–Petani melon yang menggarap sekitar 80 hektar lahan di Kecamatan Tanon menjadi sasaran pelatihan budidaya melon organik.

Budidaya melon cara ini menekan seminimal mungkin pemakaian pestisida untuk membasmi hama yang biasanya menyerang tanaman melon.

Koordinator Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Tanon, Bukhori mengatakan setidaknya enam desa se-Kecamatan Tanon menjadi sasaran pelatihan budidaya melon organik tersebut. Dua desa, yakni Desa Slogo dan Desa Jono telah menerima pelatihan. Sementara, saat ini pelatihan bakal digelar Desa Pengkol.

“Permintaan pasar sudah mengarah ke penyediaan melon organik, yang tidak atau sedikit menggunakan pestisida. Enam desa akan dididik ke arah itu,” ungkap Bukhori, saat ditemui <I>Espos<I>, di kantor kecamatan setempat, Jumat (23/7).

tsa

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…