Jumat, 23 Juli 2010 09:21 WIB Internasional Share :

69 Orang tewas dalam bentrokan 5 hari di Yaman

Sanaa–Bentrokan-bentrokan baru antara gerilyawan Syiah Huthi dan kelompok suku yang didukung militer di Yaman utara menewaskan 20 orang, kata seorang pejabat, Kamis (22/7), sehingga jumlah kematian dalam kekerasan lima hari ini mencapai sedikitnya 69.

“Bentrokan-bentrokan keras terjadi pada tengah malam antara orang-orang suku Huthi dan Bin Aziz… menewaskan 20 orang dari kedua pihak,” kata pejabat itu.

Pasukan Yaman yang ditempatkan di daerah itu turun tangan untuk menghentikan kekerasan di Harf Sufyan di provinsi Amran, Yaman bagian utara, tambahnya. Gerilyawan menggunakan “berbagai tipe senjata” dalam upaya menguasai sejumlah lokasi dan memperketat pengepungan terhadap pedesaan Bin Aziz, kata pejabat suku yang tidak bersedia disebutkan namanya itu.

Sumber-sumber suku dan gerilyawan mengatakan, Rabu, sedikitnya 49 orang tewas sejak bentrokan meletus pada Minggu. Menurut mereka, konfrontasi itu melibatkan orang-orang Huthi dan para pendukung pemimpin suku Syeikh Sagheer Aziz, namun gerilyawan mengatakan bahwa bentrokan terjadi antara mereka dan militer.

Bentrokan-bentrokan terakhir itu terjadi setelah gerilyawan Syiah pada Senin (19/7) menyatakan mendukung sebuah kesepakatan antara partai berkuasa dan oposisi untuk memulai dialog nasional kelompok-kelompok yang bersaing di Yaman.

“Kami menyatakan puas dan mendukung kesepakatan antara Forum Bersama dan partai berkuasa Kongres Rakyat Umum,” kata kelompok gerilya itu dalam sebuah pernyataan.

Kesepakatan yang dicapai Sabtu itu akan membuka jalan bagi “dialog menyeluruh yang tidak mengecualikan siapa pun”, kata pernyataan itu, yang ditandatangani oleh pemimpin kelompok gerilya Syiah, Abdul Malek al-Huthi.

ant/rif

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…