Kamis, 22 Juli 2010 12:59 WIB News Share :

Kelompok bersenjata Puncak Jaya bakar tiga mobil

Jayapura–Kelompok sipil bersenjata di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, menghadang dan membakar tiga unit mobil angkutan jenis strada yang sedang melintas dalam perjalanan dari Wamena ibu kota Kabupaten Jayawijaya menuju Puncak Jaya, Rabu (21/7) petang.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Papua, Kombes Pol Wachyono yang dihubungi, Kamis (22/7),  mengatakan kejadian itu bermula saat empat mobil jenis strada yang memuat bahan bakar minyak (BBM) dan bahan makanan, jalan berkonvoi dari Wamena menuju Puncak Jaya.

Namun sesampainya di wilayah  kampung Pagargom, tepatnya didekat sekolah dasar yang berjarak kurang lebih dua kilo meter dari pos TNI Kalome, atau berjarak 45 Km dari Mulia, Puncak Jaya, tiba-tiba rombongan yang berkonvoi itu ditembak dari atas perbukitan dengan rentetan peluru kearah mereka.

“Pelakunya diduga kelompok bersenjata pimpinan Goliath Tabuni,” kata Kombes Pol Wachyono, seraya menambahkan usai menembak kelompok itu juga seperti menari-nari sambil menuruni bukit.

Akibat serangan itu, para supir dan penumpang, salah satunya atas nama Lanko Nafi, terkena serpihan peluru dilengan kiri, namun berhasil lari dan menyelamatkan diri.

Mendengar adanya kejadian itu, satu tim aparat TNI dibawah pimpinan Letda Inf Deddy, dan delapan orang anggotanya, dari pos Illu langsung menuju tempat kejadian, dan mendapati tiga unit mobil sudah dibakar dan isinya juga habis dijarah.

Kombes Pol Wachyono menambahkan, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, karena tiga orang supir dan kernet yang belum diketahui identitasnya berhasil melarikan diri dengan menggunakan satu mobil strada lainnya.

“Sementara seorang supir lainnya yakni Timotius Enumbi dan seorang penumpang Neminces Wonda, berhasil melarikan diri sampai di pos polisi Tingginambut pada saat malam harinya,” jelas Kombes Pol Wachyono.

ant/rif

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…