Kamis, 22 Juli 2010 15:39 WIB Karanganyar Share :

Jembatan ambrol di Jenawi, 1 tewas, 6 luka-luka

Karanganyar (Espos)–Satu orang tewas dan enam lainnya luka-luka dalam musibah jembatan ambrol di Dukuh Pelang Desa Seloromo, Jenawi, Kamis (22/7) pagi. Pada saat kejadian ketujuh korban sedang bekerja bakti untuk memperbaiki jembatan.

Informasi yang dihimpun Espos menyebutkan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Satu korban meninggal dunia adalah Nariyono, 50, warga RT 04/RW III Dukuh Melikan Desa Seloromo. Sedangkan enam korban luka masing-masing yaitu Ngatmo Ngadimin, 65, Ngatimin, Sastro Samin, 50, Y Wagiman, 60, Parto Padri, 62, dan Mamad, 45.

Semua korban luka diketahui merupakan warga di lingkungan Rt 04/RW III Dukuh Melikan Desa Seloromo. Nariyono yang nyawanya tidak tertolong karena luka berat di bagian perut sebelah kiri dan selangkangan langsung dimakamkan pada hari itu juga, sedang para korban luka mendapat perawatan di Puskemas Jenawi dan salah satu rumah sakit di Sragen.

“Yang di rawat di Puskemas Jenawi ada empat orang, yaitu Ngatmo Ngadimin, Sastro Samin, Ngatimin, dan Y Wagiman. Sedang Parto Pardi dan Mamad dirujuk ke Sragen guna menjalani rontgen,” ungka perangkat Desa Seloromo, Roni Suwarno, ditemui di Melikan.

try

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…