Kamis, 22 Juli 2010 14:28 WIB News Share :

DPR
Tayangan infotainment sudah overdosis

Jakarta–Wakil Ketua DPR Pramono Anung sepakat dengan Keputusan Komisi I DPR, KPI dan Dewan Pers untuk memberikan batasan tayangan infotainment di televisi. Sebab tayangan infotainment saat ini dinilai sudah terlalu jauh melewati batas privasi.

“Saya melihat selama ini sudah overdosis, hal yang memang kita ragukan ini sudah bebas ke ruang publik,” keluh Pram kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/7).

Politisi PDIP ini mendukung pembuatan sejumlah aturan oleh KPI soal tayangan infotainment yang mendidik dan menghibur. Hal ini penting dilakukan agar infotainment tidak merusak moral bangsa.

“Saya pikir harus ada rambu-rambu ya, supaya tidak lolos begitu saja,” jelas Pram.

Pram mengakui infotainment di Indonesia sudah kelewat batas. Pram melihat tayangan infotainment di sejumlah negara maju juga sudah sangat dibatasi.

“Masak orang bangun tidur kok sudah di-shoot, itu menurut saya sudah sangat berlebihan,” terang Pram.

Pram meminta KPI, Dewan Pers dan Komisi I DPR duduk bersama lagi dengan para pelaku usaha infotainment saat menerapkan aturan tersebut. Dengan cara ini Pram meyakini infotainment akan ikut aturan tersebut.

“Apapun, ini harus duduk bersama lah, kami melihat tidak boleh ada kebebasan yang absolut dan harus ada batasannya,” tutupnya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…