Rabu, 21 Juli 2010 09:39 WIB News Share :

Tolak pembangunan menara TVRI, warga Joglo ancam gelar aksi

Jakarta–Aksi menolak pembangunan menara TVRI di Joglo, Kembangan, Jakarta Barat terus dilakukan oleh warga. Mereka mengancam akan menggelar aksi lebih besar jika pembangunan menara tidak dihentikan.

“50 Kepala keluarga (KK) akan menggelar aksi lagi hari ini pukul 10.00 WIB,” ujar juru bicara warga Pia Tobing, Rabu (21/7).

Menurut Pia, warga tidak akan berhenti menggelar aksi jika pihak TVRI tidak mendengar tuntutan warga. “Setiap hari kita berjuang sampai pembangunan menara berhenti,” tegasnya.

Warga menggugat pembangunan menara ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Pada tingkat pertama gugatan warga dimenangkan, kemudian kasasi yang diajukan TVRI dimenangkan oleh Mahkamah Agung (MA).

Saat ini lanjut Pia, warga masih menunggu putusan Peninjauan Kembali (PK). Mereka¬† meminta agar TVRI dapat menunda pembangunan menara sampai ada putusan tersebut dari Mahkamah Agung (MA). “Kita minta mereka mematahui hukum. Biar hukum berjalan,” imbuhya.

Penolakan warga sudah dilakukan sejak menara TVRI dibangunan pada 2004 silam. Alasan warga menolak menara setinggi 300 meter ini ,karena dinilai mengganggu kenyamanan karena letaknya dekat dengan pemukiman warga.

“Kita takut kalau menara roboh,” tandasnya.

Demo menolak pembangunan menara TVRI yang rata-rata dilakukan oleh ibu-ibu kemarin berakhir ricuh. 6 Orang yang dianggap provokator diamankan oleh polisi.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…