Rabu, 21 Juli 2010 14:00 WIB Hukum Share :

Stres sakit menahun, nenek gantung diri di Ruko

Solo (Espos)–Kasinem alias Ny Ngadiyo, 76, penjual barang kelontong di Mojosongo, Jebres dipastikan tewas gantung diri di kompleks Ruko Tangkuban Perahu, Rabu (21/7). Diduga, nenek yang memiliki dua anak tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, lantaran stres mengidap penyakit menahun.

Informasi yang dihimpun Espos, kejadian gantung diri itu kali pertama diketahui seorang tukang potong rambut bernama Ragil. Sekitar pukul 08.00 WIB, Ragil mencoba membuka usahanya yang kebetulan tepat di samping Ruko milik korban.

Begitu dirinya masuk ke dalam Ruko, tiba-tiba dikagetkan dengan Kasinem yang tewas setelah menggantungkan diri di kayu usuk dengan menggunakan seutas tali. Tak seberapa lama kemudian, polisi mendatanggi tempat kejadian perkara (TKP) guna kepentingan evakuasi.

“Pada waktu-waktu sebelumnnya, yang saya tahu korban memang memiliki penyakit komplikasi antara asam urat, darah tinggi, dan rematik. Sudah berapa kali dibawa ke dokter, tapi tak kunjung sembuh. Kemungkinan, memang itulah penyebab korban nekat menggantungkan diri,” ujar keponakan korban, yakni Gimi, 55, saat ditemui Espos, Rabu (21/7).

pso

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…