Rabu, 21 Juli 2010 14:10 WIB Pendidikan Share :

SMK waspadai perusahaan fiktif

Solo (Espos)—Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Solo mulai selektif memilih perusahaan untuk diajak kerjasama dalam menyalurkan anak didiknya. Hal ini dilakukan guna menghindari adanya perusahaan fiktif.

Demikian disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMK 5 Solo Sudarto ketika dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (21/7). Selama ini, Sudarto mengatakan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya perusahaan fiktif. Terutama, lanjutnya, perusahaan yang memang menjalin kerjasama dengan sekolahnya termasuk penyaluran jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI).

Dalam penyaluran tenaga kerja misalnya, Sudarto menuturkan perusahaan tersebut harus memiliki legalititas jelas. Tidak hanya itu, tes seleksi masuk pun dilakukan oleh konsultan yang telah ditunjuk. Sehingga kemungkinan sangat kecil penyaluran tenaga kerja ke perusahaan fiktif. “Kami terus waspada kalau memang ada perusahaan fiktif. Beruntung selama ini kami belum menemukan ada perusahaan fiktif, ujarnya.

Sudarto menyebutkan berdasarkan catatan yang ada jumlah tenaga kerja dari SMK 5 yang disalurkan setiap tahunnya mencapai ratusan siswa. Tidak hanya perusahaan di dalam negeri saja, namun juga perusahaan luar negeri. Belum lama ini, dia mengatakan telah menyalurkan anak didiknya sebanyak 15 siswa bekerja di Malaysia.

isw

Lowongan pekerjaan
PT. MIC Abadi Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…