Rabu, 21 Juli 2010 20:48 WIB Solo Share :

Pijat serentak demi pecahkan rekor MURI

Bagi Sumari, 67, terapi pijat adalah sesuatu hal yang langka baginya. Padahal, akhir-akhir ini tengkuknya mengalami sedikit masalah hingga dia mudah capek.

Hari itu, warga Penumping RT 6/RW V Laweyan, Solo ini menyempatkan diri datang ke arena pijat gratis selama 15 menit. Dia terdorong untuk sejenak meninggalkan pekerjaan rutinnya di rumah dan mengambil kesempatan langka itu. “Lumayan, iso nggo tamba kesel,” tutur Sumari, saat ditemui Espos, di sela-sela Terapi amal dan pemecahan rekor MURI,  Sehat Bersama Nakamura di Kantor Kelurahan Penumping, Laweyan, Solo, Rabu (21/7).

Sumari datang hanya dengan membawa satu keluhan, yakni tengkuk sering terasa kencang. “Sering mudah capek dan di tengkuk sini itu rasanya kencang sekali. Jadi, mumpung ada kesempatan pijat gratis ya saya ke sini (kantor kelurahan-red),” ujarnya.

Di Kantor Kelurahan Penumping itu digelar barak. Puluhan warga berjajar berpasangan bersama para terapis melakukan terapi dan refleksi. Warga memang cukup antusias. Bahkan, hingga akhir acara ada sekitar 171 warga yang mengikuti agenda tersebut.

Salah satu warga Penumping lainnya, Solikulhadi, 69, justru meminta tambahan waktu kepada terapis. “Kalau bisa tambah sedikit lagi ya, jangan hanya 15 menit,” tuturnya kepada terapis.

Tetapi, karena kondisinya antre, maka terpaksa Solikulhadi pun mengalah. “Memang saya tidak pernah terapi pijat. Meskipun, saya sering ada keluhan yakni di bagian di kaki. Kalau capek ya istirahat saja.”

Nakamura the Healing Touch, menorehkan sejarah baru, dengan memecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa dan penyelenggara terapi amal refleksi, acupressure, kiropraksi secara serentak di tempat terbanyak pada 27 titik yang tersebar di Indonesia.

Di Solo saja, digelar di enam titik, yakni Kelurahan Penumping, Ketelan, Kestalan, Gedangan, Manang dan di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Jebres Solo. Kegiatan terapi amal yang difokuskan untuk masyarakat sekitar dimulai secara serentak pada pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB serta berlangsung sangat meriah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Total di Solo, 659 warga berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Acara penyerahan MURI dilakukan pada pukul 14.00 WIB di Kelurahan Kestalan sebagai pusat kegiatan, dengan disaksikan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Solo selaku pembina LPK Nakamura.

haw

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…