Rabu, 21 Juli 2010 19:03 WIB Hukum Share :

Dramatis, inilah kronologi perampokan di Bank Mega Syariah Cideng, Jakarta

Jakarta –– KGSM Zaidan,29, nekat merampok bank Mega Syariah Cabang Pembantu Cideng, Jakarta Pusat, seorang diri. Uang ratusan juta sempat digondol, sebelum akhirnya polisi meringkus Zaidan dengan menembak kedua kakinya. Berikut kronologi kejadian tersebut.

Diceritakan Direktur Bank Mega Syariah Ani Murdiati, kejadian perampokan tersebut berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, listrik tengah padam karena terjadi ledakan di PLTGU Muara Karang.

Di tengah suasana bank yang sepi, seorang pria bermasker tiba-tiba masuk ke dalam bank. Petugas sempat curiga dengan masker tersebut, tapi Zaidan mengelak sambil mengatakan dia sedang sakit flu.

Awalnya Zaidan mengaku ingin bertemu dengan petugas customer service bank tersebut untuk menanyakan soal deposito. Namun, sebelum melakukan itu, dia pergi ke toilet terlebih dulu.

“Nah, setelah dari kamar mandi dia menodongkan pisau semacam belati gitu ke customer service dan minta ditunjukkan tempat penyimpanan uang. Nggak ada yang berani bereaksi karena petugas CS-nya disandera pakai pisau,” jelas Ani kepada detikcom, Rabu (21/7).

Zaidan yang terlihat memakai jaket kulit hitam tersebut, kemudian membawa petugas customer service ke lantai dua–tempat penyimpanan uang. Tak lama, uang sekitar Rp 200 juta sudah terkumpul.

Rupanya di saat yang bersamaan ada sejumlah pegawai yang melapor ke polisi dari lantai dasar soal upaya perampokan ini. Tak butuh waktu lama petugas untuk datang ke bank tersebut.

“Pas dia turun bawa uang sudah ada intel di bawah dan sudah siap menangkapnya,” tutur Ani.

Kapolsek Gambir Kompol Yossy Runtukahu menambahkan, Zaidan meninggalkan bank dengan berjalan kaki. Petugas yang sudah bersiaga di lokasi sempat memberikan tembakan peringatan, tapi tak digubris.

Dengan terpaksa, polisi pun menembak kaki Zaidan. Tembakan pertama sempat membuat pria asal Palembang tersebut terjatuh. Tapi dia mampu berjalan lagi dan berusaha kabur dari petugas.

“Masih mencoba kabur, kita lumpuhkan lagi di kaki kanan. Belum bisa juga. Sekali lagi di kaki kanan. Jadi sekali di kaki kiri dan dua kali di kaki kanan,” ungkapnya.

Pelaku akhirnya ditangkap dan ditahan di Polsek Gambir. Kini, Zaidan mendapat perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati atas luka tembak yang dialaminya.

Berdasarkan keterangan Zaidan, dia butuh uang menebus istri dan anaknya yang disandera oleh seseorang. Penyanderanya tersebut meminta uang tebusan sebesar Rp 1 miliar kepada pria bertubuh tambun itu. Keterangan ini belum diyakini kebenarannya oleh polisi, namun terus didalami.

“Ditanya polisi dia bilang istri dan anaknya disandera sama Mr X, minta tebusan Rp 1 miliar,” kata perwakilan Bank Mega, Hastono.

dtc/tya

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…