Ilustrasi penerimaan siswa baru (JIBI/Harian Jogja/Dok.) Ilustrasi penerimaan siswa baru (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Rabu, 21 Juli 2010 22:36 WIB Sragen Share :

Dewan Sragen temukan indikasi siswa baru “titipan”

Sragen (Espos)–Kalangan Dewan mengakui telah menerima laporan masyarakat terkait adanya siswa baru yang diterima melalui jalur tidak benar alias “titipan”.

Saat ini, pihak Dewan masih menghimpun informasi terkait indikasi tersebut. Anggota Komisi IV DPRD Sragen, Sulasto mengatakan laporan mengenai dugaan adanya siswa baru “titipan” tersebut diperoleh dari laporan masyarakat. Sulasto mengaku menerima sejumlah laporan, namun dia enggan merinci laporan tersebut.

“Ada indikasi, kami terima laporan. Tapi untuk saat ini belum bisa kami beberkan. Begitu juga jumlah laporan yang masuk. Kami perlu cek ke lapangan,” tandas Sulasto, saat ditemui Espos, di kawasan Kecamatan Gemolong, Rabu (21/7).

Menurut Sulasto, pihaknya akan segera bergerak ke sekolah-sekolah yang diindikasikan menerima siswa “titipan”. Menurutnya, masih adanya dugaan siswa “titipan” sangat disayangkan. Pasalnya, selama ini sekolah-sekolah di Kabupaten Sragen telah menerapkan model penerimaan siswa baru secara online, yang diharapkan menekan kemungkinan itu.

Tapi nyatanya, indikasi terjadi kecurangan itu tetap ada. Terkait hal tersebut, Sulasto menegaskan sepanjang pihaknya menemukan siswa yang diterima namun mencurigakan, pihak sekolah akan diminta menghentikan sementara proses masuknya siswa bersangkutan.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Suparno menandaskan terdapat aturan jelas yang menjadi pedoman para pengelola sekolah dalam memungut sumbangan sekolah. Untuk itu, sepanjang sekolah tidak memungut melebihi ketentuan, maka penarikan pungutan tidak dilarang.

Selain itu, faktor persetujuan antara pihak sekolah dan orang tua/wali siswa juga perlu dipertimbangkan dalam menentukan salah tidaknya sekolah menarik pungutan. Terkait indikasi siswa baru “titipan”, Suparno berpendapat lain.

Dia mengaku sejauh ini belum ada temuan mengenai hal itu. Namun dia berjanji terus melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah. “Kami pantau sekolah, ini bagian pengawasan rutin,” ujar dia.

tsa

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…