Rabu, 21 Juli 2010 10:56 WIB News Share :

Agar jera, anggota DPR tukang bolos diungkap ke publik

Jakarta–Perilaku anggota DPR yang suka bolos menghadiri sidang paripurna memprihatinkan karena bisa merusak citra DPR. Agar tak terulang, nama-nama pembolos diumumkan saja ke publik.

“Agar jera saya kira harus diungkapkan ke publik meskipun untuk itu sulit,” kata Ketua Forum Masyarakat Pemantau Pemilu Indonesia (Formappi), Sebastian Salang, saat dihubungi, Rabu (21/7).

Sebastian mengatakan, fenomena anggota DPR bolos sebenarnya merupakan cerita lama di DPR. Dan ini sudah menjadi masalah di DPR sejak periode sebelumnya. Namun menurutnya, tingkat kemalasan anggota DPR periode sekarang kian menjadi-jadi.

Sebastian menyebut, dalam catatan Formappi, tingkat kemalasan anggota DPR periode ini lebih parah dari periode-periode sebelumnya. “Tampaknya DPR sekarang malasnya lebih besar dari sebelumnya. Kami sedang siapkan data evaluasi 1 tahun DPR,” kata dia.

Salah satu yang membuat anggota DPR berani membolos, kata dia, adalah ketiadaan sanksi yang tegas dari pimpinan DPR.

Misalkan dalam suatu sidang paripurna, seorang anggota DPR yang tidak hadir tidak diberi peringatan apa pun dan bahkan terkesan didiamkan saja.

“Kalau didiamkan terus, ya selamanya tidak berubah. Harus ada sanksi tegas biar jera,” tutupnya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…