Rabu, 21 Juli 2010 18:17 WIB Wonogiri Share :

“Siswa SMAN 3 hanya alami histeria”

Wonogiri (Espos)–SMAN 3 Wonogiri menilai peristiwa kesurupan yang dialami siswanya saat mengikuti perkemahan pergantian dari penggalang ke penegak (Perpegak) di Nguntoronadi, Jumat-Minggu (16-18/7) sebagai gejala histeria yang tak terkendali karena kelelahan atau terlalu bersemangat.

Selain itu, seperti diungkapkan, salah satu Wakil Kepala SMAN 3 Wonogiri, Sulistanto, mewakili Kepala SMAN 3 Wonogiri, Dalimin, jumlah siswa yang mengalami histeria itu tidak sampai belasan orang.

“Saya berada di lokasi saat kejadian, dan sejauh pengamatan saya, hanya tiga siswa yang mengalami. Mereka juga bukan peserta melainkan justru siswa senior yang tergabung dalam kepanitiaan dan anggota Palang Merah Remaja (PMR),” jelas Sulis, saat ditemui SMAN 3, Rabu (21/7).

Sulis mengakui, memang benar ada salah satu siswa bernama Lidya , anggota PMR, yang sempat dirawat di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Tapi, menurut Sulis, Lidya sudah dibawa pulang, Rabu.

“Ya kan bisa saja kalau orang melakukan aktivitas fisik kemudian mengalami kelelahan atau terlalu bersemangat kemudian mengalami histeria atau kepanikan. Tapi beberapa pihak menganggap mereka kesurupan jin,” ujar Sulis.

Lebih lanjut, Sulis mengatakan, setiap tahun memang ada kejadian serupa dan pihaknya melakukan penanangan langsung. Termasuk apabila ada yang perlu dibawa ke rumah sakit, maka akan langsung diantarkan.

Sulis menambahkan, tudingan bahwa kegiatan itu berlangsung tanpa pengawasan dari guru, itu sama sekali tidak benar. Sebab, baik guru yang berkepentingan, bahkan kepala sekolah sendiri beberapa kali datang ke lokasi acara.

shs

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…