Selasa, 20 Juli 2010 15:05 WIB News Share :

Selamatkan Patung Sudirman, warga Pacitan kumpulkan koin

Pacitan–Prihatin dengan rencana pelelangan Monumen Jenderal Sudirman di Pacitan, elemen masyarakat di tanah kelahiran Presiden SBY itu berencana melakukan pengumpulan koin. Koin yang terkumpul ini rencananya untuk menyelamatkan monumen yang diresmikan tahun 2008 lalu.

“Seandainya jalan itu menjadi pilihan kita, kenapa tidak kita lakukan gerakan koin untuk mengamankan Patung Jendral Besar Sudirman. Kita kumpulkan semampunya  koin per koin untuk mengikuti lelang,” kata Ketua PWP (Paguyuban Warga Pacitan) Jabodetabek Brigjen TNI Aziz Ahmadi, Selasa (20/7).

Jika nantinya lelang memang benar-benar terjadi dan bisa terbeli, Patung Sudirman akan diserahkan kepada pemerintah daerah. “Nanti kalau sudah kembali, kita serahkan kepada pemerintah daerah. Sehingga menjadi aset nasional dan daerah,” tuturnya.

Aziz menilai, keberadaan Patung Sudirman di Desa Pakisbaru, Kecamatan Nawangan bukan sekedar hiasan. Namun memiliki nilai sangat tinggi bagi sejarah perjuangan Bangsa Indonesia.

Bangunan berbahan perunggu hitam itu, lanjut Aziz merupakan media dialog antara generasi masa kini dengan sang Jendral. Sebab, melalui perjuangannya dalam perang gerilya, eksistensi republik tetap diakui dunia.

Meskipun siap mengadakan aksi penggalangan koin, menurut pria yang menjabat Kapus Bintal TNI itu tetap minta pemkab dan ahli waris Roto Suwarno kembali melakukan negosiasi.

Tujuannya, agar ditemukan solusi terbaik bagi kedua belah pihak. PWP sebagai salah satu elemen masyarakat Pacitan, kata Aziz siap memediasi jika diminta.

“Jangan sampai itu (monumen,red) dikuasai pihak asing. Malu kita sebagai bangsa,” tandasnya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…