Ilustrasi luwak penghasil kopi khas. (JIBI/Solopos.com/Dok.) Ilustrasi luwak penghasil kopi khas. (JIBI/Solopos.com/Dok.)
Selasa, 20 Juli 2010 15:43 WIB Ekonomi Share :

MUI
Kopi Luwak halal setelah dicuci

Jakarta–Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengumumkan fatwa yang menyatakan kopi luwak halal setelah melalui proses pencucian. Meminum, memproduksi bahkan memperjualbelikan, diperbolehkan.

“Kopi luwak hukumnya mutanajis. Artinya, kena najis dinyatakan halal setelah melalui proses pencucian,” kata Ketua MUI Bidang Fatwa Ma’ruf Amin dalam jumpa pers di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/7).

Ma’ruf menambahkan, meminum, memproduksi bahkan memperjualbelikan, diperbolehkan. “Itu fatwanya, resminya nanti menyusul. Intinya begitu,” ujar dia.

Ma’ruf mengatakan, fatwa tersebut dikeluarkan berdasar kepada pertanyaan dari PT Perusahaan Negara (PTPN) XII yang mengembangbiakkan luwak lalu memakan kopi.

“Di Pengalengan, Jawa Barat, mereka juga akan mengembangkan. Lalu bertanya, apakah halal atau haram. Setelah 3 kali rapat hasilnya seperti itu,” papar Ma’ruf.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…