Selasa, 20 Juli 2010 16:16 WIB News Share :

KPAI didemo anak jalanan

Jakarta–Menjelang pemilihan kepengurusan Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) beberapa waktu mendatang, sekitar 40 orang melakukan aksi damai. Mereka meminta agar seleksi pengurus KPAI lebih transparan.

Mereka juga meminta KPAI lebih konsentrasi dalam memperhatikan masalah anak.

Mereka mengenakan topeng dari kertas dan membawa alat musik seperti drum di kantor KPAI, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/7). Para peserta aksi mayoritas remaja anak jalanan.

Koordinator aksi, Nawawi, menyentil kepengurusan KPAI saat ini kurang berkompeten dalam memperhatikan masalah anak.

“Tuntutan kami adalah bagaimana agar KPAI lebih concern dalam menyelesaikan persoalan-persoalan anak karena kepengurusan yang lama hanya menghabiskan uang negara,” ujar Nawawi.

Nawawi juga mengatakan, pengurus baru KPAI terpilih nantinya adalah mereka yang mengerti permasalahan anak.

“Kita ke KPAI Ini minta pada tim seleksi agar memilih orang yang kompeten. Karena selama ini yang dipilih itu seperti pensiunan dan mantan sekda. Mereka tidak mengerti masalah anak,” ungkap Nawawi.

Rencananya akan datang lagi 200 orang dari LSM anak dari Yayasan Perlindungan Anak Indonesia, Rumah Kita, dan anak-anak jalanan Pedongkelan, dalam aksi ini. Mereka akan berteatrikal dan bernyanyi.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…