Selasa, 20 Juli 2010 14:24 WIB News Share :

KPAI
10 Anak jadi korban ledakan gas

Jakarta–Ridho Januar alias Ido, 4, hanya bisa menangis di pelukan ibunya, Susi Hariani, yang nekat minta bantuan ke Istana. Bocah korban ledakan gas itu tidak sendirian, Komisi Perlindungan Anak (KPAI) mencatat 10 anak terluka akibat ledakan gas dalam kurun waktu 4 bulan.

“Dalam rentang 4 bulan antara April hingga Juli 2010, setidaknya 10 anak telah mengalami luka-luka akibat ledakan tabung gas,” kata Ketua KPAI Hadi Supeno, Selasa (20/7).

Menurut dia, kondisi tersebut telah melahirkan suasana ancaman bagi anak, situasi yang menakutkan, tidak nyaman, karena khawatir sewaktu-waktu ada tabung gas meledak dan melukainya.

Hadi mengatakan, jumlah korban langsung sebanyak 10 orang anak sangat signifikan karena dalam perspektif pelindungan anak, setiap anak berhak mendapat perlindungan.

“Belum dengan korban orang dewasa yang jumlahnya lebih dari 35 orang. Berarti, banyak anak yang berpotensi hidup sebagai yatim dan piatu,” papar Hadi.

KPAI meminta pemerintah menarik kembali semua tabung gas dan regulatornya untuk memastikan supaya tidak ada korban baru.

Kedua, KPAI meminta dilakukan sosialisasi masif agar masyarakat bisa menggunakan kompor beserta tabung gas dengan benar sebelum mereka menggunakan kembali.

Ketiga, Pertamina harus menanggung semua biaya pengobatan dan pendidikan anak korban kompor gas. Keempat, polisi harus memproses hukum pihak terkait, termasuk kemungkinan menghukum setingkat menteri yang telah melakukan kelalaian sehingga menyebabkan penderitaan seseorang.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…