Selasa, 20 Juli 2010 09:56 WIB Internasional Share :

Korban tewas akibat tabrakan KA di India jadi 61 orang

Sainthia–Jumlah korban kecelakaan kereta api (KA) di India melonjak. Korban tewas hingga kini mencapai 61 orang, sedangkan penumpang yang menderita luka berat sebanyak 165 orang.

Kecelakaan dua KA ini terjadi Senin (19/7), dini hari, di Stasiun Sainthia, Birbhum, atau sekitar 160 mil dari Ibukota Bengal Barat, Kalkota. KA penumpang yang sedang menunggu pemberangkatan di stasiun tersebut ditabrak dari belakang oleh sebuah KA ekspres.

Pejabat Bengal Barat, Srikumar Mukherjee, mengatakan, kecelakaan tragis itu telah merenggut puluhan orang dan 165 terluka, 89 di antaranya serius.

“Kereta Api berjalan dengan kecepatan yang sangat tinggi,” kata Mukherjee seperti dikutip AFP, Senin (19/7).

Rumah sakit lokal setempat sampai kewalahan menampung jumlah korban. Padahal, belum seluruh korban berhasil dievakuasi dari gerbong KA.

“Ada penumpang terluka menggeliat kesakitan di lantai darurat tanpa pengawasan,” ujar Samir Nandy, perempuan yang datang ke RS untuk mencari saudara iparnya.

Menteri KA India Mamata Banerjee mengumumkan pemberian santunan 500 ribu rupe (sekitar Rp 94 juta) untuk keluarga korban tewas dan 100 ribu rupe untuk korban luka.

Banerjee menduga ada unsur sabotase dalam kecelakaan yang mengerikan ini. Namun, Mukherjee menyangkal karena tidak ada bukti terkait dugaan tersebut. Hanya saja dia heran mengapa masinis KA ekspres tidak melakukan pengereman dan tidak memperhatikan sistem persinyalan ketika hendak masuk ke stasiun.

“Ini bukan tindakan sabotase. Kecelakaan tragis terjadi karena kelalaian pada bagian administrasi kereta api,” ungkap Mukherjee.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…