Selasa, 20 Juli 2010 16:18 WIB News Share :

Istana bantah tolak korban ledakan gas Elpiji datang ke Istana

Jakarta — Istana Kepresidenan membantah telah menolak korban ledakan gas elpiji 3 kg untuk datang ke Istana. Tidak bertemunya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ridho Januar alias Ido, 4, cuma karena alasan teknis.

“Sama sekali tidak menolak, saya  kira ada mis persepsi, mis komunikasi disini. Saya  sendiri yang langsung berbicara dan saya juga mengontak Pertamina memberitahukan bahwa ada korban dari Jawa Timur dan sekarang ada di Istana Negara,” kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (20/7).

Julian menjelaskan, saat mendengar ada korban ledakan elpiji datang ke Istana, Julian lalu  minta kepada  Rumah Tangga Keperesidenan untuk menyediakan kendaraan khusus membawa korban beserta ibundanya.

“Dan kami minta pihak Pertamina untuk segera menerima dengan  baik mereka.  Setelah sampai, Pertamina  segera menerima mereka, dan diajak ke lantai 22,” cerita Julian.

“Ini sudah dikoordinasikan ke Menteri Kesehatan, jadi Ibu Menteri Kesehatan sudah mengetahui dan kemudian mungkin ada hal-hal yang berkaitan dengan tindakan medis tertentu, ya itu akan dilakukan,” tambah Julian.

Presiden, imbuh Julian, tidak keberatan kepada masyarakat mana pun yang hendak masuk di Istana. Namun menurutnya perlu ada tata cara yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

“Tidak (menolak). Tapi intinya semua ada tahapan dan prosedur,  tentu  saja hak semua orang untuk datang ke Istana. Apalagi mereka adalah warga negara Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Julian mengatakan jikalau presiden selalu mengingatkan,  setiap ada hal-hal  yang  sifatnya meminta bantuan agar ditangani dengan baik di level yang lebih dekat.

“Kalau di Jawa Timur ya mungkin Pemda setempat, atau hal-hal terkait dengan Migas yang ada disana. Sehingga tidak serta merta datang,” ucapnya.


dtc/tya

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…