Senin, 19 Juli 2010 16:49 WIB Klaten Share :

Usir lalat buah, petani cabai gunakan kapur barus

Klaten (Espos)–Para petani cabai di Desa Kranggan Kecamatan Manisrenggo, Klatenmemanfaatkan kapur barus untuk mengusir lalat buah pengganggu tanaman yang harganya kian meroket ini.

Giyarto, 55, seorang petani cabai asal Dukuh Gandu Desa Kranggan Kecamatan Manisrenggo, Klaten mengaku baru kali pertama menggunakan kapur barus tersebut untuk mengusir lalat buah. Pada awalanya, dia mengaku mendapatkan informasi tersebut dari teman-temannya sesama
petani cabai.

“Semula saya kurang begitu percaya. Tetapi setelah mencoba ternyata kapur barus itu cukup efektif mengusir lalat buah karena mengandung aroma yang tidak disukai jenis hama ini,” ujar Giyarto kepada Espos pekan lalu.

Lebih lanjut, Giyarto menjelaskan, sebelumnya para petani menggunakan pestisida untuk membasmi lalat buah. Akan tetapi, diakui Giyarto, penggunaan pestisida untuk membasmi lalat buah itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit jumlahnya. Selain itu, Giyarto menyadari penggunaan
pestisida berlebih tidak akan baik bagi perkembangan cabai miliknya.

“Pakai kapur barus lebih hemat. Beli Rp 10.000 di toko sudah dapat banyak sekali. Kalau membeli pestisida harganya bisa mencapai puluhan ribu rupiah,” tutur Giyarto.

Giyarto menambahkan, penggunaan kapur barus untuk mengusir lalat buah itu relatif mudah. Menurutnya, kapur barus itu cukup ditaruh dalam sebuah plastik kemudian digantung pada tanaman cabai. “Satu tanaman cukup diberi dua kapur barus. Sebelum dipasang, plastik berisi kabur barus itu harus dilubangi terlebih dahulu agar aromanya bisa menyebar,” tambah Giyarto.

Hal senada juga dikemukakan Saniyem, 50, seorang petani cabai yang juga berasal dari Desa Kranggan. Menurutnya, penggunaan kapur barus untuk mengusir lalat buah itu cukup tahan lama.

“Saya sudah menggunakan menjelang tanaman ini berbuah sekitar tiga bulan lalu. Hingga kini, saya sudah melakukan panen sebanyak tiga kali. Akan tetapi, kapur barus itu terlihat masih utuh,” ujarnya.

mkd

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…