Senin, 19 Juli 2010 09:17 WIB News Share :

TKI Madiun tewas akibat kecelakaan di Taiwan

Madiun–Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Gandek, Desa Palur, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Muriantono, 41, diketahui tewas akibat kecelakaan lalu lintas di negara tempatnya bekerja di Kota Cia-I, Taiwan.

“Kabar kematian korban yang saat itu bekerja sebagai buruh pabrik diketahui keluarga sejak pekan lalu (12/7) dari perusahaan yang memberangkatkannya, yakni PT Citra Catur Utama Karya yang berada di Pasuruan,”  ujar kakak ipar korban dirumah duka, Lahuri, 44, Senin (19/7).

Hingga kini, jenazah Muriantono belum bisa dipulangkan karena perusahaan masih menyelesaikan beberapa dokumen kelengkapan, katanya. Perusahaan jasa TKI tersebut membutuhkan waktu hingga tiga minggu utuk pengurusan kepulangan jenazah korban ke Tanah Air.

“Hingga kini keluarga masih menunggu pengiriman pulang jenazah Muriantono. Kami berharap agar jenazah dapat segera dipulangkan ke Tanah Air,” kata Lahuri.

Istri almarhum, Windari, 38, mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima oleh keluarga, korban tewas akibat ditabrak mobil. Saat kejadian, kata dia, Muriantono sedang mengendarai sepeda. “Suami saya sempat menjalani perawatan di rumah sakit setempat, sebelum akhirnya nyawanya tak dapat tertolong lagi,” tutur Windari sedih.

Menurut dia, suaminya di Taiwan bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik pupuk. Korban berangkat ke Taiwan sejak 18 bulan atau satu setengah tahun yang lalu. Bekerja ke Taiwan ini merupakan keberangkatan yang pertama kali. Sebelumnya korban hanya bekerja di pabrik-pabrik di kota besar.

“Keberangkatan suami saya ke Taiwan adalah untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Sebab, hasil yang diperoleh selama beberapa tahun bekerja di pabrik di Surabaya dirasa tidak cukup untuk menghidupi keluarga. Apalagi, banyak orang di sekitar desa sini yang sukses setelah bekerja ke Taiwan,” kata Windari.

Ia mengaku sangat terpukul dengan kepergian suaminya. Apalagi hingga kini pihaknya belum dapat melihat jenazahnya. Meski demikian ia berusaha tabah untuk membesarkan dua orang buah hati hasil pernikahannya dengan Muriantono.

“Kami berharap, agar pihak-pihak terkait membantu kelancaran pemulangan jenazah suami saya secepatnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Madiun, Suhartanto, menyatakan, saat ini ia dan pihak-pihakn terkait lainnya masih berusaha membantu pemulangan jenazah korban secepatnya ke Tanah Air.

“Hingga kini Disnakertrans Madiun tengah bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, guna pengurusan asuransi dan hak-hak korban lainnya. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Madiun juga memberikan uang santunan kepada keluarga korban,” kata Suhartanto.

Berdasarkan data dari Dinakertrans setempat, sejak Januari hingga Mei 2010, telah terdapat enam TKI asal Madiun yang meninggal dunia di negara tempat bekerja. Korban meninggal di antaranya akibat penganiayaan oleh majikan, sakit, musibah, dan kecelakaan kerja.

“Jumlah ini belum termasuk TKI Muriantono. Sementara selama tahun 2009, jumlah TKI asal Madiun yang meninggal mencapai enam orang dengan dominan akibat kecelakaan kerja,” kata dia.

ant/rif

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…