Senin, 19 Juli 2010 19:03 WIB Sukoharjo Share :

Pembangunan SMKN 5 dilanjutkan, pemuda protes

Sukoharjo (Espos)–Para pemuda Majasto, Tawangsari memprotes keras dilanjutkannya kembali pembangunan sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN 5) pada Senin (19/7).

Informasi yang dihimpun di lokasi, kontraktor berencana melanjutkan kembali pembangunan SMKN 5 Majasto mulai Senin pagi. Mereka mendatangkan para pekerja sekitar 15-20 orang untuk meneruskan pembangunan itu. Mengetahui rencana kontraktor, warga langsung merespons. Mereka mendatangi lokasi pembangunan dan meminta hal tersebut segera dihentikan.

Dalam pertemuan antara warga dengan kontraktor, sempat terjadi adu mulut. Namun demikian pada akhirnya kontraktor menghentikan pembangunan lagi untuk sementara waktu mengikuti kehendak masyarakat khususnya pemuda. Salah seorang warga, Mudi Cahyono mengatakan, sejumlah pekerja mulai meneruskan pembangunan pada Senin pagi. “Kami melihat pekerja mulai menyaring pasir pagi tadi. Setelah kami protes akhirnya kegiatan itu dihentikan karena kontraktor khususnya pemuda ternyata tidak bisa menunjukkan surat perintah kerja (SPK) yang baru,” ujarnya.

Mengenai SPK dalam pembangunan SMKN 5 Majasto, Mudi menambahkan, beberapa kali ditanyakan warga namun kontraktor tidak bisa menjawab. Anggota Komisi IV, M Samrodin mengaku sudah mendengar mengenai kejadian di Majasto. “Hari ini kami sudah mendapat laporan dari warga. Laporan itu tentunya akan kami tindaklanjuti segera sehingga tidak menimbulkan masalah di masyarakat,” tegasnya.

aps

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…