Senin, 19 Juli 2010 16:39 WIB News Share :

Lily Wahid
PKB sulit jadi motor konfederasi

Jakarta–Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lily Chadidjah Wahid berpendapat, partainya akan kesulitan menjadi motor penggerak konfederasi dengan mengumpulkan partai-partai kecil untuk bergabung.

“Tidak masuk akal,” katanya di Jakarta, Senin (19/7), menanggapi rencana Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar untuk menjadi motor konfederasi dengan mengajak berbagai partai kecil untuk bergabung dengan PKB.

Sebelumnya, Muhaimin Iskandar menyatakan, PKB akan menjadi motor dari konfederasi dengan mengajak partai kecil untuk bergabung dengan PKB, sehingga PKB pada Pemilu 2014 bisa memperoleh suara sebesar 13 persen.

Menurut Lily Wahid, sebagai partai Islam, masyarakat akan lebih memilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai wakil dari kalangan Islam.

“Kalau PKB ingin menjadi wakil dari masyarakat Islam, kalah dengan PKS dan itu fakta walaupun NU (Nahdlatul Ulama) bagian dari umat Islam Indonesia,” kata Lily.

Selain itu, katanya, wacana konfederasi di mana PKB sebagai motor akan sulit diterima oleh partai lain karena Muhaimin sebagai ketua umum dianggap tidak memiliki dasar untuk menjadi pemimpin.
“Contohnya jelas, Muhaimin Iskandar tidak diterima, dia sendiri tidak lolos waktu Caleg di Dapilnya kalau tidak disumbang oleh suara yang lain seperti Iman Nachrowi dan Bukhoriyah. Dan itu fakta yang  tidak bisa dibantah. Saya tidak terlalu yakin kalau dia diterima dalam konfederasi,” sebut Lily.

Lily menambahkan, Muhaimin Iskandar yang tetap menginginkan Muktamar PKB 2013 dinilainya ingin mengecilkan dan menghilangkan PKB dari dunia perpolitikan Indonesia.

“Saya yakin kalau Muktamar PKB dilakukan tahun 2013, suara PKB akan hilang karena tidak akan lolos ‘parliamentary threshold’ (ambang batas minimal perolehan kursi di DPR-red) dan PKB akan bergabung  dengan partai lain atau ikut konfederasi,” kata Lily Wahid.

Ia mengatakan, bisa dipastikan kalau Muktamar digelar tahun 2013, PKB tidak akan mendapatkan suara sebesar 5 persen. Karena itu, PKB lebih baik PKB bergabung dengan partai nasionalis.

“PKB akan lebih baik bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebab yang partai agama sudah ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Apakah PKB bisa berada di dalam PKS?. Dengan Partai Amanat Nasional (PAN), PKB tidak akan ketemu, apalagi di bawah tidak mau sama PAN,” kata adik kandung mantan Presiden KH Abdurrahman “Gus Dur” Wahid.

ant/rif

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…