Senin, 19 Juli 2010 15:01 WIB News Share :

Kompol Arafat terancam 5 tahun penjara

Jakarta–Komisaris Polisi M Arafat Enanie didakwa menerima suap dari pihak terperiksa terkait kasus penggelapan pajak yang ditangani Bareskrim Polri. Atas perbuatannya, Arafat terancam hukuman 5 tahun penjara.

“Perbuatan terdakwa diancam pidana dalam pasal 5 ayat (2) UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo UU no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 199 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 65 ayat (1) KUHP,” ujar jaksa penuntut umum Asep N Mulyana.

Hal tersebut disampaikan jaksa dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Senin (19/7).

Jaksa mendakwa Arafat telah berkali-kali menerima pemberian uang dan barang berharga dari Gayus HP Tambunan, Haposan Hutagalung, Roberto Santonius, Andi Kosasih, dan Alif Kuncoro, terkait kasus pajak yang ditangani penyidik Bareskrim Polri ini.

Dari uang yang diterima Arafat, jaksa mengatakan, yang terbesar adalah US$ 45 ribu. Pemberian uang itu dimaksudkan agar penyidik tidak jadi menyita rumah Gayus di Kelapa Gading Park.

Arafat juga didakwa menerima sebuah motor Harley Davidson jenis ultra classic warna hitam dengan harga Rp 410 juta. Motor besar ini diberikan kepada Arafat agar Imam Cahyo Maliki tidak dijadikan tersangka.

Arafat yang mengenakan baju batik coklat muda dan berkacamata ini tampak tenang mendengarkan dakwaan jaksa.

Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Haswandi ini akan dilanjutkan, Senin (26/7)  mendatang dengan agenda mendengarkan tanggapan kuasa hukum Arafat atas dakwaan jaksa.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…