Senin, 19 Juli 2010 13:21 WIB Pendidikan Share :

Kekurangan bangku, pelajar SMP belajar di lantai

Jambi— Sejumlah pelajar SMP Negeri 2 Kecamatan Batang Merangin Kabupaten Kerinci, Jambi, saat ini harus belajar dengan duduk di lantai karena sekolah tersebut masih kekurangan bangku belajar.

Kondisi ini terjadi sejak awal dimulainya tahun ajaran baru dan dikeluhkan orangtua murid, sehingga Komite Sekolah melaporkan hal tersebut ke DPRD Kerinci.

Anggota DPRD Kerinci dari Partai Demokrat Afrizal ketika dihubungi, Senin (19/7), mengaku telah menerima laporan dari Ketua Komite Sekolah SMP Negeri 2 Batang Merangin Helmi yang melaporkan adanya sejumlah sejumlah siswa yang belajar di lantai.

“Ketua Komite SMP 2 Batang Merangin Helmi datang kepada saya melaporkan bahwa ada pelajar SMP Negeri yang duduk di lantai sewaktu mengikuti pelajaran,” ujarnya.

Berdasarkan data yang didapatkannya dari komite sekolah, jumlah pelajar atau siswa baru di SMP Negeri 2 Batang Merangin berjumlah 95 orang, sebagian besar masih belajar dengan cara duduk di lantai.

Kondisi ini bukan saja dialami oleh siswa baru saja, bahkan kelas 2 dan 3 juga menggunakan bangku yang rusak lantaran sudah lama tidak diganti. Diperkirakan, sekitar 50 persen kondisi bangku di SMP Negeri 2 sudah rusak dan tidak layak pakai.

Ia mengaku sudah menghubungi salah seorang pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci terkait dengan kondisi bangku di SMP Negeri Batang Merangin dan kondisi siswa yang belajar di lantai lantaran kekurangan bangku, namun hingga kini belum ada jawaban.

Afrizal meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci segera menuntaskan masalah yang mendasar di sejumlah sekolah termasuk soal kondisi bangku, sehingga proses belajar dan mengajar siswa tidak terganggu.

“Jangan lagi ditunda-tunda untuk menyelesaikan masalah ini. Bagaimana kita mau meningkatkan kualitas pendidikan, kalau masih ada siswa yang belajar di lantai,” ujarnya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…