Senin, 19 Juli 2010 18:23 WIB Boyolali Share :

Juli, kasus DBD menurun 41 %

Banyudono (Espos)–Pada Juli ini, kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali diperkirakan menurun 41 % dibanding bulan lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari data rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyudono, Senin (19/7) menyebutkan Juli ini ditemukan sekitar 21 pasien yang mengidap penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti tersebut. Sembilan di antaranya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. “Tapi jumlahnya menurun dibanding Juni lalu,” imbuh Direktur RSUD Banyudono dr Endang Sriwidati saat dijumpai Espos di kantornya, Senin.

Sedangkan jumlah pasien DBD yang menjalankan pemeriksaan di RSUD Banyudono Juni lalu, sekitar 51 pasien. Artinya penyebaran penyakit ini di wilayah Banyudono dan sekitarnya mengalami penurunan sekitar 41 persennya. “Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya curah hujan yang tidak lagi terlalu tinggi,” papar Endang.

Meski demikian, cuaca musim hujan yang masih tak menentu menyebabkan penyakit yang ditularkan nyamuk aedes aegypti tersebut masih terus berkembang. Untungnya, tingkat kesadaran masyarakat terhadap penyebaran penyakit DBD dinilai meningkat. Pihak RSUD Banyudono dan Puskesmas di lingkungan Kabupaten Boyolali juga aktif menggerakkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

hkt

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…