Senin, 19 Juli 2010 23:00 WIB News Share :

Hujan & angin kencang makan korban di Mampang Prapatan

Jakarta — Hujan disertai angin kencang yang melanda Jakarta Selatan (Jaksel) petang tadi membuat dinding lantai 2 sebuah rumah di Mampang Prapatan ambruk. Dinding yang masih baru itu menimpa kontrakan yang ada di bawahnya.

“Sepertinya temboknya masih basah dan belum diplester, terus terkena angin,” kata penyewa kontrakan, Manzilah, saat ditemui di lokasi, Gang Gede, Jl Tegal Parang, RT 04 RW 05, Kelurahan Mampang Prapatan, Jaksel, Senin (19/7).

Manzilah tinggal di kontrakan tersebut bersama 3 anaknya dan seorang laki-laki bernama Mahfud,54. Pada saat kejadian sekitar pukul 18.30 WIB, anaknya yang nomor 3, Nopandi,13, sedang tidur di kamar.

Tiba-tiba, atap rumah yang berada persis di atas kamar tidur Nopandi jebol tertimpa bangunan. Akibatnya bocah laki-laki itu menderita luka di bagian kaki kanan dan kiri.

“Anak saya yang ketiga kena. Dia lagi tidur kakinya ketiban kiri dan kanan. Pas kejadian saya langsung lari dan menyelamatkan anak yang paling kecil,” ungkap Manzilah.

Tidak hanya kamar tidur, reruntuhan bangunan rumah baru itu juga menimpa bagian dapur. Namun, si pemilik rumah sudah berjanji untuk mengganti semua kerugian yang diderita Manzilah.

“Tadi sudah bicara dengan pemilik rumah, katanya akan membereskan semuanya sampai dengan listrik,” ucapnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…