Senin, 19 Juli 2010 16:24 WIB News Share :

Calon tak lolos, pendukung datangi KPU Papua

Jayapura–Puluhan massa dari salah satu pasangan calon bupati Mamberamo Raya yang tidak lolos seleksi mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua, di Jayapura, Senin (19/7).

Kedatangan massa sejak pukul 11.00 WIT, tersebut untuk meminta KPU Papua membekukkan dan mengklarifkasi hasil kerja KPU Mamberamo Raya,  yang dinilai cacat hukum dan ada unsur politik uang.

Massa yang berdemo damai tersebut merupakan pendukung pasangan calon Piter Awantano sebagai calon bupati Mamberamo Raya dan Pdt. Marthen Bubia selaku calon wakil bupati Mamberamo Raya.

Pasangan tersebut merasa tidak puas dinyatakan tidak lolos dalam seleksi calon, sehingga melakukan aksinya ke kantor KPU Papua.

Adapaun selaku penanggungjawab demo, Piter Awantano menjelaskan ada kecurangan yang dilakukan KPUD Mamberamo Raya, karena tahapan pendaftaran tidak dipisahkan dengan tahapan verifikasi.

Hingga saat ini massa masih menduduki kantor KPU Papua dan berencana untuk menambah massa sekitar ratusan orang lagi.

“Hasil pleno cacat hukum, sehingga semua anggota  KPUD Mamberamo  Raya diganti saja,” ujarnya Piter Awantano, saat memimpin massa di depan kantor KPU Papua.

Piter menegaskan Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Mamberamo Raya agar sesuai fungsi tugas dan kewenangannya. “Dalam hal ini memperoses lebih lanjut KPUD setempat dan menunda pelaksanaan pencabutan nomor urut,” tandasnya.

ant/rif

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….