Senin, 19 Juli 2010 20:08 WIB Sragen Share :

Bupati bakal beri subsidi siswa SBI

Sragen (Espos)–Bupati Sragen Untung Wiyono meminta manajemen Sekolah Berstandar Internasional (SBI) diubah dengan manajemen sekolah berbasis religius. Bupati juga meminta menghilangkan beban biaya pendidikan SBI kepada orangtua siswa. Beban biaya pendidikan SBI bakal disubsidi dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Sragen.

Penegasan Bupati Sragen Untung Wiyono itu disampaikan sebagai respons atas banyaknya siswa SBI yang keluar dan berganti ke sekolah reguler saat sosialisasi pendidikan di SBI Kroyo, Karangmalang, Sragen, Senin (19/7).

Informasi yang diterima Espos, dari sebanyak 280 siswa di SBI, sebanyak 33 siswa di antaranya keluar dari sekolah dengan berbagai alasan, mulai dari alasan keberatan biaya pendidikan, alasan orangtua pindah ke luar kota dan ingin pindah ke sekolah reguler.

“Saya minta manajemen sekolah ini harus menarik semua siswa yang keluar untuk masuk kembali ke sekolah ini. Orangtua siswa jangan dibebani biaya pendidikan. SBI ini miliki negara, jadi pemerintah yang akan memberikan subsidi bagi siswa SBI. Sekolah ini dulu saya yang membuat konsepnya dengan mengadopsi sistem pendidikan dari luar negeri,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, pola pembelajaran di SBI ini harus diubah, yakni dengan mengedepankan aspek religiusitas dan kualitas siswa. Jika perlu SBI ini jangan sampai klah dengan Al Azhar dan Az-Zahra.

“Tambah guru agamanya, baik untuk pendidikan agama Islam atau Kristen. Jika ada masalah bisa dikomunikasikan dengan baik tidak asal keluar sekolah. Soal subsidi nanti akan direalisasikan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati,” imbuh Bupati.

Bupati mencoba membandingkan konsep SBI dengan SBBS Gemolong. Menurut dia, biaya pendidikan di SBBS mencapai Rp 4 juta per tahun untuk setiap siswa. Dengan biaya pendidikan itu saja, terangnya, SBBS diminati banyak siswa dari dalam dan luar daerah.

“Harapan SBI ini juga bisa seperti SBBS, ada jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai SMA,” paparnya.

trh

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…