Minggu, 18 Juli 2010 16:33 WIB Karanganyar Share :

Selalu merugi, BUMD akan diswastakan

Karanganyar (Espos)–Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Karanganyar, Apotek Sukowati, direncanakan untuk diserahkan kepada pihak swasta guna pengelolaannya. Hal itu menyusul keberadaan BUMD itu yang selalu merugi setiap tahun.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Kabupaten Karanganyar, Ambang Wibowo, menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan intansi lain Pemkab guna kemungkinan menyerahkan pengelolaan Apotek Sukowati kepada pihak ketiga. Instansi-instansi Pemkab yang berkaitan dengan Apotek Sukowati tersebut adalah Inspektorat Daerah, Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Bagian Hukum.

“Sebenarnya ada dua skenario wacana yang muncul, yaitu penggantian manajemen dan menyerahkan ke pihak ketiga. Kalau alternatif terakhir yang dilakukan, Pemkab tak akan ikut mengurusi, hanya terima fee saja dari rekanan pengelola,” ungkapnya ditemui wartawan di ruang kerjanya, pekan lalu.

Terkait penyebab kerugian yang dialami BUMD tersebut, dia menyatakan ada beberapa faktor pemicu. Di antaranya adalah penggunaan modal yang berasal dari penyertaan untuk pembayaran tagihan dari rekanan pedagang besar farmasi dan perbaikan sarana prasarana (sarpras) yang ada di Apotek Sukowati.

Seperti pernah disampaikan anggota Komisi II DPRD Karanganyar, Toni Hatmoko, dari inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Komisi II, diketahui Apotek Sukowati mengalami kerugian hingga Rp 415 juta selama beberapa tahun terakhir. Padahal modal yang didapatkan BUMD itu diketahui berasal dari penyertaan Pemkab senilai Rp 500 juta yang diberikan dalam dua periode berbeda.

try

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…