Minggu, 18 Juli 2010 18:12 WIB Solo Share :

Nasib Zidan tergantung Jamkesmas 2011

Solo (Espos)–Nasib Muhammad Zidan, bayi asal Kadipiro yang diduga menderita penyakit mirip almarhumah Bilqis Anindya Pasha yaitu atresia bilier, bergantung pada Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) 2011.

Pasalnya dana Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) Solo dan Jamkesda Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tidak mencukupi untuk biaya pengobatan dan perawatan bayi berumur 4,5 bulan itu. Penjelasan itu disampaikan Ayah Zidan, Danang Sulistyo, saat ditemui wartawan di kediamannya, Minggu (18/7). “Dari Pemkot Solo dan Pemprov masing-masing hanya Rp 5juta. Untuk proses cek laboratorium dan USG di RS dr Kariadi Semarang dan mondok selama hampir satu bulan saja uang itu sangat mepet. Darimana uang untuk operasi,” ujarnya.

Menurut Danang, Dinas Kesehatan Kota Solo, telah mengusulkan kepada pemerintah pusat supaya Zidan masuk daftar Jamkesmas. Sehingga untuk biaya operasi dan perawatan ditanggung sepenuhnya oleh pusat. Sedangkan hasil pemeriksaan laboratorium RS dr Kariadi menunjukkan tak normalnya semua fungsi hati Zidan.

“Untuk biaya cek laboratorium selama di Semarang saja uang Rp 10 juta dari Pemkot dan Pemprov sudah hampir habis. Apalagi bila sampai harus cangkok hati yang biayanya bisa sampai ratusan juta rupiah. Jadi saya paksakan Zidan pulang karena tidak ada lagi uang,” imbuhnya.

Zidan dibawa orangtuanya untuk menjalani cek laboratorium dan USG di RS dr Kariadi sejak 14 Juni 2010 lalu. Dan dibawa pulang ke Kadipiro Solo pada 12 Juli 2010. Selama proses pemeriksaan di Semarang, orangtua Zidan menginap di rumah sakit (RS).

Kondisi Zidan saat ini relatif stabil kendati bagian perutnya semakin membesar. Orangtua Zidan tidak tahu penyebab semakin besarnya perut buah hati mereka. Selain itu mata Zidan berwarna kekuningan, berak warna putih, air kencing berwarna cokelat, juga batuk dan mencret.

kur

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…