Minggu, 18 Juli 2010 17:10 WIB Ekonomi Share :

Harga beras melambung, pedagang bantah ada permainan

Solo (Espos)--Sejumlah pedagang besar beras atau pemilik gudang beras di Kota Solo membantah adanya permainan atau spekulan beras yang dinilai menjadi sebab kenaikan harga beras akhir-akhir ini.

Mereka tetap berpendapat bahwa penyebab kenaikan harga beras adalah berkurangnya hasil produksi beras dan hasil panen yang kurang bagus. Seperti diketahui sebelumnya, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo, berencana akan mengumpulkan pedagang beras untuk mengurai rantai distribusi beras saat ini. Dan menilai ada yang janggal dengan kenaikan harga beras. Sehingga diduga ada permainan dari para pedagang.

Namun, menurut pemilik salah satu gudang beras di Pasar Legi, Ridwan, 30, kenaikan murni karena hukum pasar. Ia pun memastikan harga beras sangat tergantung hasil panen.

“Yang jelas karena barangnya ndak ada. Di gudang saya saja, kalau pasokan beras dari penggilingan rata-rata bisa sampai 1 ton per hari, sekarang hanya beberapa kuintal saja. Jadi, tidak ada yang namanya permainan atau spekulan, kami cari barang saja sulit,” tutur Ridwan, saat ditemui Espos di gudangnya, Minggu (18/7).

Ia pun menyampaikan, kenaikan harga beras pasti terjadi setiap tahun. Terlebih, ini menjelang lebaran dan hasil panen berkurang banyak. Saat ditanya soal permintaan, justru ia mengatakan bahwa pasar justru lesu karena ada kenaikan harga. “Penjualan saya turun sampai 5%.”

Terkait rencana operasi pasar (OP) beras, Ridwan mengatakan, bahwa dari pengalaman OP tahun-tahun sebelumnya, tidak efektif menekan harga.

“Menurut saya, kalau OP itu percuma. Tidak efektif menekan harga. Selain dipermainkan, OP pasti beras yang digelontorkan adalah beras kualitas raskin, yang rata-rata masyarakat cenderung menjual lagi beras tersebut.” Sementara, lanjutnya, harga beras yang naik di pasaran adalah beras berkualitas bagus.

haw

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Dalang Remaja Woro Siap Pentaskan Wayang Tiga Generasi

Penyanyi dan dalang remaja, Woro Mustiko Siwi, baru saja mendapat penghargaan dari Kemendikbud. Solopos.com, SOLO–Dalang muda Woro Mustiko Siwi, 15, mendapat kehormatan untuk turut terlibat dalam pentas wayang tiga generasi saat Hari Sumpah Pemuda, di Jakarta 28 Oktober mendatang. Ia…