Sabtu, 17 Juli 2010 18:18 WIB News Share :

Televisi 'serang' anak dan ABG

Jakarta–Bahaya televisi layaknya Dewa Janus dalam mitologi Yunani. Dia menyerang anak-anak dan remaja dalam arti positif dan negatif.

“Dewa Janus adalah dewa dalam mitologi Yunani yang memiliki dua muka yaitu baik dan buruk,” kata Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nina Mutmainah Armando, dalam seminar ‘Bahaya Televisi’ di Kampus UKI, Cawang, Jakarta, Sabtu,(17/7).

Lebih lanjut dia menjelaskan, televisi pun layaknya Dewa Janus, yaitu memiliki sisi baik dan sisi buruk. Sayangnya, sisi positifnya sangat sedikit dan lebih banyak sisi negatifnya.

“Sisi negatifnya seperti tayangan yang mengundang kekerasan, bahasa kasar,
konsumerisme dan mistik. Dan infotainment termasuk di dalamnya,” ujar dia.

Sisi negatif ini, menurut dia paling banyak menyerang anak-anak, dan kaum remaja atau ABG. Karena, mereka itu cenderung belum berfikir kritis, mengimitasi dan terpengaruh teman sebaya.

“Contoh kasusnya banyak, seperti anak kecil di Kalimantan yang gantung diri karena meniru adegan di televisi,” ucapnya.

Faktor lainnya, karena pola menonton anak pada umumnya sangat buruk, yaitu menonton rata-rata 5 jam sehari atau 30 sampai 35 jam seminggu. Dengan pilihan acara, bukan untuk anak-anak dan tanpa dampingan orangtua.

“Padahal maksimal anak-anak itu menonton 2 jam per hari,” ujar dosen Komunikasi FISIP UI.

Sebagai solusi, dia memberikan saran untuk program yang aman yaitu dengan menyeleksi saluran program televisi dan pendampingan orang tua. Tapi yang paling penting menurutnya, orangtua harus memberikan alternatif ketika si anak tidak menonton televisi, seperti mendongeng, memberikan buku bacaan, bermain dan lain-lain.

“Karena kadang anak juga bingung, kalau mereka tidak nonton televisi harus ngapain lagi. Karena kadang orangtuanya juga menonton televisi. Jadi ya gimana lagi,” tegas wanita berjilbab ini, yang disambut tepukkan meriah dari para peserta seminar ini.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…