Sabtu, 17 Juli 2010 20:38 WIB Sragen Share :

Stres, usai melahirkan Sri nyemplung Bengawan Solo

Sragen (Espos)--Warga Dukuh Wates RT 30, Desa Sidodadi, Masaran, Sragen digemparkan dengan penemuan mayat Sri Rejeki, 31, warga Babatan, Grogol, Sukoharjo Jum’at (16/7) sekitar pukul 17.00 WIB. Ibu dari empat anak itu nekat nyempelung Bengawan Solo, lantaran diduga stres setelah melahirkan anak bungsunya empat hari lalu.

Evakuasi mayat korban dilakukan mulai pukul 18.00 WIB yang dilakukan warga setempat bersama aparat Polsek Masaran dan petugas Puskesmas Masaran. Mayat korban sempat dibawa ke kamar mayat RSUD Sragen untuk dilakukan visum sekitar pukul 20.30 WIB. Akhirnya korban diserahkan kepada keluarganya, Sabtu (17/7) siang dari RSUD Sragen.

Informasi yang dihimpun Espos, korban yang diduga setres setelah melahirkan anak keduanya yang baru berumur empat hari. Korban diketahui menyusui anaknya kali terakhir pada Selasa (14/7) sekitar pukul 00.30 WIB dini hari. Saat itu suami korban tidur di depan televisi.

Setelah menidurkan anaknya seusai menangis, korban keluar rumah. Suami korban yang tertidur lelap tidak mengetahui istrinya pergi dari rumah. Murtopo mengungkapkan, keluarga korban dan warga setempat berusaha mencari korban ke mana-mana, namun tak membuahkan hasil. Menurut dia, bahkan keluarga korban sempat menanyakan orang pintar, namun juga tidak ada titik terang di mana gerangan korban.

Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra melalui Kapolsek Masaran AKP Joko Purnomo saat konfirmasi, membenarkan adanya penemuan mayat di daerah Sidodadi, Masaran. Menurut dia hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Dia menegaskan, dugaan sementara korban mengalami setres dan gangguan jiwa.

trh

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…