Sabtu, 17 Juli 2010 20:48 WIB Pendidikan Share :

Pendidikan olahraga bagi ABK masih diskriminatif


Solo (Espos)–
Asian Society for Adapted Physical Education and Exercise (Asape) Indonesia menilai pendidikan olahraga yang diberikan untuk anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi masih diskrimitatif. Siswa dianggap belum mendapatkan pendidikan secara layak.

Hal tersebut diungkapkan, Direktur Asape Indonesia, Drs Harnoto MSi, siswa yang mendapatkan pendidikan di sekolah inklusi belum mendapatkan pendamping olahraga yang mampu memberikan sesuai dengan kebutuhan siswa tersebut. Dia mengatakan, untuk merangsang pelatihan secara fisik tersebut mereka seharusnya diberikan sarana dan prasarana secara khusus, misalnya meja pingpong yang didesain untuk ABK, maupun ragam permainan atletik yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Sampai saat ini belum seluruh sekolah inklusi memiliki pendamping yang mampu memenuhi kebutuhan pendidikan olahraga bagi siswa ABK,” jelas dia ketika jumpa pers di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Gedung A Universitas Sebelas Maret, Sabtu (17/7).

Terkait dengan konsep pendidikan adaptif yang sesuai dengan kebutuhan ABK tersebut, pihaknya akan menggelar simposium internasional Asape yang digelar pada tanggal 6-7 Agustus mendatang. Dia mengatakan pada acara tersebut akan dihadiri delegasi dari lima negara meliputi China, Jepang, Korea Selatan, Hongkong dan Taiwan. Dalam kegiatan tersebut masing-masing delegasi akan memaparkan permasalahan yang terjadi di luar negeri terkait dengan penanganan ABK di sekolah.

das

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….