Sabtu, 17 Juli 2010 21:22 WIB News Share :

Pendidikan karakter di sekolah harus sesuai Kemendiknas

Semarang–Pakar pendidikan Universitas Negeri Malang, Profesor Herawati Susilo mengatakan penanaman pendidikan karakter di sekolah harus mengacu konsep dari Kementerian Pendidikan Nasional.

“Kemendiknas telah merancang ‘grand design’ pembelajaran pendidikan karakter. Itu yang harus jadi acuan,” katanya usai seminar nasional “Pengembangan Inovasi Pembelajaran Berbasis Lesson Study” di Semarang, Sabtu.

Acuan yang telah ditetapkan Kemendiknas terkait pendidikan karakter adalah pengelompokan konfigurasi karakter, yakni olahhati, olahpikir, olahraga, dan olahrasa-karsa.

“Olahhati bermuara pada pengelolaan spiritual dan emosional, olahpikir bermuara pada pengelolaan intelektual, olahraga bermuara pada pengelolaan fisik, sedangkan olahrasa bermuara pada pengelolaan kreativitas,” katanya memaparkan.

Menurut dia, keempat konfigurasi penanaman pendidikan karakter tersebut harus terkandung dalam rancangan kegiatan pembelajaran, dan tidak boleh melenceng dari acuan Kemendiknas itu.

Dia mengkhawatirkan, apabila ada rancangan kegiatan pembelajaran yang tidak sesuai dengan acuan itu, akan mengacaukan dan membelokkan cita-cita besar penanaman pendidikan karakter terhadap siswa.

Proses selanjutnya untuk pengembangan pendidikan karakter adalah kemampuannya untuk melewati tiga tahapan penting, yakni pengetahuan, pelaksanaan, dan kebiasaan. “Tiga tahapan ini tidak boleh diabaikan,” katanya menegaskan.

Namun, kata Herawati, pengembangan pendidikan karakter dalam suatu sistem pendidikan tetap harus selalu memperhatikan keterkaitan antarkomponen karakter setiap siswa, terutama terkait perilakunya.

Sementara itu, pakar pendidikan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Semarang, Prof. Sunandar mengatakan pengembangan pendidikan karakter harus bertumpu pada empat identifikasi karakteristik siswa.

“Keempat identifikasi karakteristik siswa, yakni kemampuan awal, kecerdasan, gaya belajar, dan motivasi,” kata Sunandar yang juga menjadi pembicara dalam seminar memeringati Dies Natalies Ke-29 IKIP PGRI Semarang itu.

Acuan yang telah ditetapkan terkait pengembangan pendidikan karakter dari Kemendiknas, menurut dia, penting.

Akan tetapi, lanjut dia, empat aspek tersebut perlu diperhatikan dalam pengembangan pendidikan karakter siswa.

“Pengembangan karakter terhadap siswa melalui pembelajaran di sekolah tidak boleh bersifat setengah-setengah, tetapi harus bersifat komprehensif dan integral,” kata Sunandar.

ant/isw

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….