Sabtu, 17 Juli 2010 21:11 WIB News Share :

MUI imbau masyarakat segera benarkan arah kiblat

Yogyakarta– Majelis Ulama Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengingatkan masyarakat untuk segera membenarkan arah kiblat shalat yaitu ke arah Kabah.

“Setidaknya, hingga Minggu (18/7), posisi matahari akan tepat berada di atas Kabah, dan masyarakat dapat melakukan pembenaran tentang arah kiblat shalat mereka. Matahari tepat berada di atas Kabah sejak Jumat (16/7),” kata Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) HAM Kamaludiningrat di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, masyarakat dapat melakukan pembenaran arah kiblat shalat dengan cara yang sederhana yaitu menancapkan sebuah tongkat untuk mengetahui arah bayangannya.

“Semua bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi menunjukkan ke arah kiblat. Biasanya sudutnya 24 derajat dari arah barat,” katanya.

Ia melanjutkan, pembenaran arah kiblat masjid dengan cara melihat bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi tersebut setidaknya dapat dilakukan dua kali dalam satu tahun, yaitu pada Mei dan Juli.

Pada tahun kabisat posisi matahari berada tepat di atas Kabah pada 27 Mei pukul 16:17:56 WIB dan pada 15 Juli pukul 16:26:43 WIB. Namun pada tahun non kabisat posisi matahari berada tepat di atas Kabah pada 28 Mei pukul 16:17:56 WIB dan 16 Juli pukul 16:26:43 WIB.

“Sebenarnya, tidak hanya arah kiblat masjid saja yang perlu diluruskan tetapi juga tempat-tempat shalat lainnya seperti di rumah atau tempat shalat di perkantoran,” katanya.

Ia menjelaskan, masih banyak tempat shalat dengan arah yang belum benar karena hanya mengarah ke barat atau ke Afrika Selatan dan bukan ke Kabah.

“Kami belum melakukan survei tentang seberapa banyak masjid dengan arah kiblat shalat yang belum benar, karena ada tim dari Kanwil Kemenag yang mengurus itu,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY pada 2009, dari 7.000 masjid yang ada di DIY hanya 151 masjid yang dinyatakan benar menghadap lurus ke Kabah.

Sedangkan arah kiblat shalat ribuan masjid lainnya masih melenceng sebesar 5 hingga 10 derajat. Berdasarkan hitungan matematis, satu derajat jaraknya adalah 145,67 kilometer dari posisi Kabah.

Selain menggunakan tongkat untuk melihat jatuhnya bayangan benda pada tanggal-tanggal tertentu, penentuan arah kiblat shalat bisa dilakukan dengan menggunakan alat yaitu Global Positioning System (GPS).

ant/isw

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…