Sabtu, 17 Juli 2010 21:34 WIB News Share :

Kecurangan SNMPTN Jatim capai 164 kasus

Surabaya–Kecurangan dalam pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010 pada sembilan PTN di Jatim mencapai 164 kasus.

“Kasus kecurangan itu berasal dari Panlok (panitia lokal) Surabaya 99 kasus dan Panlok Malang 65 kasus,” kata Wakil Koordinator Bidang Penilaian TIK SNMPTN Prof Dr Ir Arief Djunaidy MSc di Surabaya, Sabtu.

Menurut Arief Djunaidy yang juga Pembantu Rektor (PR) I ITS Surabaya itu, kecurangan itu umumnya dilakukan dengan perangkat elektronika yakni telepon genggam (HP).

“Ada yang menyembunyikan ‘handset’ HP di celana panjang dan ada pula yang menyembunyikan di balik jilbab atau jilbab dimanfaatkan untuk tindak kecurangan dalam SNMPTN,” katanya.

Namun, katanya, kasus kecurangan sebanyak itu hanya terjadi pada saat pelaksanaan ujian, sehingga kebocoran soal ujian menjelang ujian SNMPTN tidak ada sama sekali.

“Di Jatim, ada 44.368 peserta SNMPTN yang dinyatakan tidak lulus. Jumlah itu berasal dari peminat SNMPTN di Jatim sebanyak 57.493 orang, namun hanya 13.125 peserta yang lulus,” katanya.

Ia mengatakan hasil ujian SNMPTN diumumkan lewat “daring” (dalam jaringan atau “online”) pada Jumat (16/7) pukul 18.00 WIB serta pengumuman manual pada papan pengumuman.

“Pengumuman manual hanya ada di ITS, ITB, Undip, UI, Ditjen Dikti, dan ‘SNMPTN centre’ di Telkom,” katanya

Kesembilan PTN di Jatim yang mengikuti SNMPTN adalah Unair, ITS, Unesa, IAIN Sunan Ampel Surabaya, Unijoyo Bangkalan, Unibraw Malang, UNM, UIN Malang, dan Unej (Jember).

Peminat Unair mencapai 11.750 peserta IPA dan 14.707 peserta IPS, namun peserta yang diterima hanya 660 peserta IPA dan 829 peserta IPS, sedangkan peminat ITS 13.818 peserta IPA (hanya IPA) dan 1.058 peserta yang diterima.

Untuk IAIN Sunan Ampel Surabaya, peminat mencapai 184 peserta IPA dan 798 peserta IPS, namun peserta yang diterima hanya 15 peserta IPA dan 246 peserta IPS.

Peminat Unesa mencapai 5.812 peserta IPA dan 15.117 peserta IPS, namun peserta yang diterima hanya 390 peserta IPA dan 980 peserta IPS.

Untuk Unibraw Malang, peminat mencapai 18.232 peserta IPA dan 12.233 peserta IPS, namun peserta yang diterima hanya 2.742 peserta IPA dan 1.733 peserta IPS.

Peminat UNM Malang mencapai 6.354 peserta IPA dan 12.067 peserta IPS, namun peserta yang diterima hanya 432 peserta IPA dan 997 peserta IPS.

Untuk UIN Malang, peminat mencapai 1.135 peserta IPA dan 1.594 peserta IPS, namun peserta yang diterima hanya 379 peserta IPA dan 676 peserta IPS.

Peminat Unijoyo Bangkalan mencapai 504 peserta IPA dan 520 peserta IPS, namun peserta yang diterima hanya 183 peserta IPA dan 250 peserta IPS.

Untuk Unej (Jember), peminat mencapai 9.011 peserta IPA dan 7.913 peserta IPS, namun peserta yang diterima hanya 897 peserta IPA dan 1.035 peserta IPS.

ant/isw

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…