Sabtu, 17 Juli 2010 19:11 WIB News Share :

Kadin
cara perhitungan TDL buat risau


Ambon–
Protes akan pola perhitungan atas kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) memang terus disuarakan oleh para pengusaha. Itungan-itungan pemerintah membuat risau karena kenaikan berdasarkan tarif multiguna dan beban puncak (peak power).

Demikian disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Adi Tahir kepada detikFinance di Swiss-Belhotel, Kota Ambon.

“Itu repot dan cara memperhitungkan membuat risau,” jelasnya.

Untuk itu, ia menyambut baik keputusan pemerintah untuk menghitung ulang kenaikan TDL bagi industri. Seperti yang dipermasalahkan pelaku usaha, termasuk KADIN, bahwa total tarif listrik menjadi membengkak karena memperhitungkan pos multi guna dan peak power.

“Kita akan lihat, kan sudah dihitung ulang,” jelasnya.

Ia juga mengkritisi kenaikan TDL kali  yang hanya disahkan berdasarkan Peraturan Menteri ESDM no 07 tahun 2010, sementara TDL sebelumnya ditetapkan berdasarkan Keppres RI No 104 tahun 2003.

“Tapi memang kenaikan TDL mestinya berdasarkan Keppres, bukan Permen,” tambahnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Makin Banyak Mahasiswa Asing Kuliah di UMY

Dalam lingkungan akademik, sebanyak 31 universitas di Asia termasuk dalam 100 besar universitas terbaik dunia Solopos.com, BANTUL-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menerima 79 mahasiswa asing dari 14 negara di tahun akademik 2017/2018. Jumlah itu lebih banyak dar tahun sebelumnya. Tercatat…