Sabtu, 17 Juli 2010 13:42 WIB News Share :

Demokrat
Penulis surat pembaca bukan pemilih SBY

Jakarta–Melalui surat pembaca ke sebuah koran, seorang warga mengeluh perlakuan Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) yang mengawal rombongan Presiden.

Iring-iringan Presiden dianggap telah mengganggu masyarakat pengguna jalan di wilayah Cibubur-Cikeas, kawasan kediaman Presiden.

“Jangan karena 1 surat pembaca, presiden jadi dilarang pakai pengawal,” ujar Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan, Sabtu (17/7).

Menurut Ramadhan, wajar jika seorang Presiden selalu dikawal ketika bepergian ke mana-mana. Itu amat lumrah untuk menjaga kemanan diri seorang kepala negara.

“Di seluruh dunia tidak ada yang mempersoalkan, bahwa seorang kepala negara memang harus dikawal. Walaupun kita menghargai opini yang seperti itu,” tutur Ramadhan yang juga anggota Komisi I DPR RI itu.

Jika ada seseorang ada yang tidak setuju dengan yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menurutnya, hal itu sangat wajar karena tidak semua orang memilihnya ketika Pemilu Presiden 2009.

“Waktu Pilpres pun ada orang yang menolak SBY, mungkin saja penulis surat pembaca itu bukan orang yang memilih Presiden SBY,” tandasnya.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…