Jumat, 16 Juli 2010 22:45 WIB Sukoharjo Share :

Warga minta sosialisasi aksesoris tabung gas elpiji

Sukoharjo (Espos)–Sejumlah warga meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) segera menyosialisasikan kebijakan penggantian aksesoris tabung gas elpiji tiga kilogram (Kg) hasil konversi.

Permintaan itu muncul lantaran sejak tabung gas didistribusikan, Disperindag maupun Pertamina belum pernah memberikan sosialisasi kepada warga. Sosialisasi itu berkaitan dengan penggunaan tabung gas hingga masa pakai aksesoris yang melekat. Ketua RT 01/RW I Grajagan, Tawangsari, Sudarto mengatakan, Disperindag maupun Pertamina belum pernah memberikan sosialisasi kepada masyarakat sejak tabung gas didistribusikan. “Kalau sosialisasi belum pernah kami terima. Jangankan sosialisasi aksesoris, cara menggunakan tabung gas saja juga tak ada,” ujarnya ketika dijumpai, Jumat (16/7).

Sudarto menambahkan, agar tak membahayakan masyarakat, Disperindag atau Pertamina sebaiknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Apalagi Disperindag menjelaskan bahwa aksesoris tabung gas ternyata hanya tahan selama satu tahun. Hal senada diungkap warga Mertan, Bendosari, Parwanto. Dia mengatakan, sejak kali pertama mendapat tabung gas dari ketua RT, dirinya tidak pernah mendapat sosialisasi mengenai cara penggunaan maupun masa berlaku aksesoris.

“Jatah gas elpiji saya ambil dari ketua RT. Waktu itu sama sekali tidak ada sosialisasi mengenai cara pakai maupun yang lainnya. Saya tinggal ambil kemudian bawa pulang,” ujarnya. Setelah mendapat jatah gas elpiji, Wanto sapaan akrabnya ini menambahkan, dia dan keluarganya langsung mengganti aksesoris dengan yang baru. “Karena selang dan regulator bawaan kelihatan tidak aman, saya langsung menggantinya dengan yang baru. Harga satu paket aksesoris baru dari sales keliling, Rp 150.000,” ujarnya.

aps

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…