Jumat, 16 Juli 2010 22:07 WIB Boyolali Share :

SPBU siap jual asesoris gas elpiji 3 kg

Boyolali (Espos)–Sejumlah pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Boyolali mengaku belum menerima sosialisasi ataupun pemberitahuan terkait penjualan asesoris gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) berstandar nasional Indonesia (SNI) yang menjadi kebijakan pemerintah.Namun mereka menyatakan siap melayani bila kebijakan penjualan tersebut diberlakukan di wilayah itu.

Pengawas SPBU Nglarangan, Kecamatan Teras, Bandi Susilo mengakui pihaknya saat ini belum menyediakan asesoris gas elpiji 3 kg seperti selang dan regulator. Bahkan, diakuinya, pihaknya belum mengetahui tentang kebijakan baru tersebut. “Saya belum menerima sosialisasi terkait kebijakan tersebut karena memang bila ada kebijakan ataupun peraturan baru dari pemerintah biasanya ada pemberitahuan kepada SPBU-SPBU yang ada,” ujar Bandi ketika ditemui wartawan di SPBU setempat, Jumat (16/7).

Namun Bandi menyatakan pihaknya siap melaksanakan program Pertamina dan Hiswana Migas. Senada, pengawas SPBU Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Supomo dan M Yasin mengatakan, selama terkait dengan produk dan kebijakan yang dikeluarkan Pertamina dan Hiswasna Migas, pihaknya tetap akan melaksanakannya. Termasuk melayani penjualan regulator dan selang gas standar SNI.

Sementara itu, Pemkab Boyolali melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) setempat memberi perhatian terhadap kasus ledakan tabung elpiji 3 kg. Meskipun di wilayah Boyolali belum mucul kasus serupa, namun sudah dilakukan antisipasi. “Kami sudah meminta Pertamina agar melakukan resosialisasi pemakaian tabung gas 3 kg. Pembelian regulator dan selang standart bisa dilakukan di SPBU sejak 8 Juli lalu dengan harga regulator Rp 20.000 dan selang Rp 15.000,” ujar Kabid Perdagangan Disperindagsar Boyolali, Sriyanto saat ditemui terpisah.

sry

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…