Jumat, 16 Juli 2010 15:11 WIB Sragen Share :

Penyaluran Raskin tak mampu tekan kenaikan harga beras


Sragen (Espos)–
Penyaluran Raskin secara dini tidak mampu menekan kenaikan harga beras di pasaran yang mencapai Rp 7.000/kg. Kendati demikian penyaluran 970.178 kg jatah beras untuk rakyat miskin (Raskin) bulan Agustus tetap dipercepat mulai 2 Agustus mendatang.

Padahal jatah Raskin itu biasanya disalurkan pekan ketiga pada setiap bulannya. Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen tersebut untuk menekan harga beras di pasaran yang meroket belakangan.

Kabag Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Sragen, Handanu Sadono saat ditemui wartawan, Jumat (16/7), mengungkapkan, realisasi Raskin pada setiap bulannya sejak Januari lalu sama, yakni sebanyak 970.178 kg untuk 64.678 rumah tangga sasaran (RTS). Menurut dia, realisasi Raskin Juni ini baru usai pekan ini, sehingga untuk realisasi Raskin Agustus tidak bisa dilakukan bulan ini.

“Kami mengupayakan realisasi Raskin Agustus bakal dilakukan awal bulan, agar masyarakat bisa segera menikmati beras murah, terutama di daerah perkotaan. Analisa saya, warga yang merasakan dampak kenaikan harga beras berada di daerah perkotaan. Sedangkan di daerah pedesaan relatif tidak ada gejolak, karena habis panen. Walau pun hasil panennya tidak maksimal, namun tidak sampai kekurangan beras,” ujarnya.

trh

lowongan pekerjaan
HRD PT. Bengawan Inti Kharisma (Management SOLO GRAND MALL Lt. 4A), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…